Jadi Tuan Rumah, Indonesia Jangan Manja

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BOGOR – Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) secara resmi mengumumkan bahwa Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 dalam FIFA Council Meeting di Shanghai, China, Kamis (24/10) lalu.

Ditunjuknya Indonesia menjadi tuan rumah cukup ditanggapi positif oleh para pelatih sepak bola Indonesia. Salah satunya pelatih Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola Indonesia U-19, Fakhri Husaini.

Ia menuturkan, keberhasilan ini tak lepas dari jerih payah lobi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di tingkat FIFA. Ia menyebut Sekretaris Jenderal Ratu Tisha sukses memberikan presentasi yang baik dalam proses bidding tersebut.

“Ya, ini tidak terlepas dari kemampuan sekjen (Ratu Tisha) yah dan tim yang bisa meyakinkan, yang bisa memberikan argumentasi, berikan data sehingga tidak ada keraguan lagi dari FIFA memilih Indonesia dibanding Brasil atau Peru,” ungkap Fakhri kepada wartawan di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Jumat (25/10) kemarin.

“Kita perlu apresiasi, lah kerja keras Sekjen. Nah, terkait dengan itu, jika sekjen telah berjuang sedemikian rupa di meja perundingan,” tambah legenda timnas era 1990-an itu.

Sebagai tuan rumah, Indonesia secara otomatis masuk ke putaran final Piala Dunia U-20 2021. Setelah, Indonesia lolos di Piala Dunia U-20 1979. Namun, saat itu garuda muda hanya menjadi juru kunci Grup B setelah gagal bersaing melawan Yugoslavia, Polandia dan Argentina.

Oleh sebab itu, Fakhri meminta agar pemain atau pelatih yang diturunkan tidak berleha-leha, namun bisa menembus partai selanjutnya.

“Tugas kita sebagai penggawa Timnas, siapapun pemainnya nanti, siapapun pelatihnya nanti adalah berjuang melebihi perjuangan PSSI di meja perundingan. Mereka harus berjuang lebih gigih lagi di lapangan,”tutur Fakhri.

Hal serupa juga disampaikan pelatih Tira Persikabo, Rahmad Darmawan. Mantan pelatih timnas Indonesia U-23 itu juga mengusulkan agar timnas U-19 terus mengikuti sebuah kompetisi menyambut Piala Dunia U-20 2021 itu.

“Saya melihat Timnas Indonesia U-19 yang dilatih Fakhri Husaini telah mempersiapkan skuatnya sejak Timnas Indonesia U-16 dan sekarang masih bersama. Lalu, dua tahun mendatang tim ini akan lebih matang lagi. Bagi saya, mereka tak hanya sekadar latihan, tapi mereka harus mengikuti kompetisi yang mematangkan mereka,” ujar pelatih yang akrab disapa RD itu.

Menurutnya, para pemain Timnas Indonesia U-19 dapat bergabung di kompetisi Liga 2 atau 3 atau mengikuti trial liga pemain muda di luar negeri.

“Mengikuti kompetisi sangat penting karena kalau hanya latihan dan latihan, tidak akan menghasilkan sesuatu yang istimewa karena kematangan pemain lebih cepat di kompetisi. Harus kompetisi ya, bukan turnamen,” jelasnya.

Selain kedua pelatih asal Indonesia ini, mantan pelatih Timnas Indonesia Luis Milla pun mengaku ikut bangga atas terpilihnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 itu. Melalu akun pribadi di media sosial twitter dan instagramnya, pelatih asal Spanyol itu mengatakan kebanggaannya tersebut. “Berita bagus datang dari Indonesia. Sangat bahagia bahwa Piala Dunia U-20 2021 akan dirayakan di negara yang luar biasa ini. Selamat,” tulis Milla.

(gie/fin/tgr)

  • Dipublish : 26 Oktober 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami