Jaga Harga Gabah, Kementan Lakukan Sejumlah Langkah Antisipatif

Mentan Syahrul Yasin Limpo meninjau lahan pertanian di Lumajang, Jawa Timur. Foto: Kementan
Mentan Syahrul Yasin Limpo meninjau lahan pertanian di Lumajang, Jawa Timur. Foto: Kementan
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) segera melakukan langkah cepat untuk mengatasi terjadinya penurunan harga gabah di tingkat petani saat panen raya 2021. Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri mengatakan upaya antisipasi dilakukan jika kemungkinan terjadinya kontraksi harga yang lebih dalam.

Menurut dia, Kementan terus menjalin koordinasi dengan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk meningkatkan penyerapan gabah petani. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan BUMN Pangan seperti RNI dan Pertani.

“Kami ingin semua pihak yang terkait ini terus melakukan penyerapan gabah, menyelamatkan harga di tingkat petani, sekaligus melakukan penjajakan ekspor beras ke negara tetangga, seperti Brunei, Timor Leste, dan Papua Nugini,” ujar Kuntoro di Jakarta, Kamis (1/4).

Menukil data Badan Pusat Statistik (BPS) Kuntoro menjelaskan, terjadi penurunan harga gabah pada musim panen raya 2021. Hal ini, menurut BPS terjadi meski adanya kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) Maret 2021.

Penurunan ini menyebabkan NTP tanaman pangan Maret 2021 tertekan. BPS melaporkan harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani turun 7,85 persen dan harga GKP di penggilingan turun 7,86 persen dibanding bulan sebelumnya.

Lebih lanjut, Kuntoro menyebutkan, Kementan bersama Persatuan Penggilingan Padi (Perpadi) serta unsur-unsur lainnya terus memantau perkembangan panen raya di sejumlah daerah, dan melakukan penyerapan gabah secara masif.

“Kami juga imbau pemerintah daerah (Provinsi dan Kab/kota) melalui Kementerian Dalam Negeri untuk melakukan pembelian beras di petani. Beras tersebut nantinya dapat digunakan sebagai Cadangan Beras Daerah, dan dijual ke ASN setempat,” tegas dia. Sebagai informasi tambahan, Kementan saat ini terus memaksimalkan bantuan alat pengering gabah yang tersebar di beberapa penggilingan padi (RMU) untuk menjaga dan meningkatkan kualitas gabah, agar lebih tahan lama.

Dia berharap peta pasar nasional dapat meningkatkan harga gabah petani.  Sebelumnya BPS merilis perkembangan NTP dan Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) pada Maret 2021. Kedua indikator peningkatan kesejahteraan petani ini tercatat mengalami kenaikan masing-masing sebesar 0,18 persen dan 0,14 persen yang dihitung berdasarkan data bulanan (m to m). Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Setianto mengatakan NTP Maret 2021 naik 0,18 persen dibanding Februari 2021 (103,10 menjadi 103,29). Peningkatan NTP dipicu oleh naiknya NTP Hortikultura (1,80 persen), Perkebunan (3,08 persen), dan Peternakan (0,03 persen). Sementara itu, NTP Tan Pangan semakin tertekan (turun 1,83 persen). (mcr10/jpnn)

 

  • Dipublish : 1 April 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami