Jakarta International Stadium Terapkan Resapan Air Hujan

Jakarta International Stadium (JIS). (Abdu Faisal/Antara)
Jakarta International Stadium (JIS). (Abdu Faisal/Antara)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jaringanmedia.co.id –Manajer Proyek PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro Arry Wibowo mengatakan, Jakarta International Stadium (JIS) menerapkan zero run off. Yakni meresapkan air hujan ke tanah untuk dialirkan melalui saluran air Kota Jakarta Utara.

Mekanisme zero run off itu membuat air hujan tidak menggenangi area sekitar stadion yang berlokasi di Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, tersebut.

’’Jadi ketika ada air hujan atau limpasan, itu tidak akan membanjiri kawasan sekitar melainkan akan diresapkan di kawasan Jakarta International Stadium dan juga dialirkan melalui saluran kota,’’ ujar Arry seperti dilansir dari Antara di Jakarta, Minggu (12/9) malam.

Arry menambahkan, debit hujan sepanjang tahun dan lain-lain juga ikut diperhitungkan saat perencanaan pembangunan stadion tersebut. Selain itu, wastafel, keran tembok, maupun pancuran di ruang ganti pemain nantinya akan dilengkapi dengan fitur berhenti otomatis.

Setiap fitur diatur penggunaannya sesuai dengan standar umum. Misalnya, standar penggunaan shower mesti di bawah sembilan liter per menit.

’’Di JIS juga akan dibuatkan tangki penampungan air hujan dan penyulingannya. Sehingga air hujan bisa dimanfaatkan kembali untuk menyiram tanaman dan rumput lapangan, termasuk flushing di toilet. Sehingga JIS mampu memenuhi salah satu parameter penilaian desain bangunan ramah lingkungan (green design recognition) yakni konservasi air (water conservation/ WAC),’’ tutur Arry Wibowo.

Jakarta International Stadium (JIS), lanjut dia, meraih predikat platinum dengan skor 91 untuk pengakuan green design recognition dari lembaga sertifikasi dari Dewan Lembaga Konsili Bangunan Hijau Indonesia (Green Building Council Indonesia/ GBCI).

GBCI merupakan anggota dari Lembaga Konsili Bangunan Hijau Dunia (World Green Building Council/WGBC) yang berpusat di Toronto, Kanada, beranggotakan 102 negara di seluruh dunia. Penilaian greenship level platinum pada green design recognition disandarkan kepada enam parameter pemeriksaan (verifikasi).

Yakni Appropriate Site Development (ASD), memperoleh poin sebesar 12, Energy Efficiency and Conservation (EEC) mendapatkan poin 24, Water Conservation (WAC) memperoleh poin 18, Material Resources and Cycle (MRC) meraih dua poin, Indoor Health and Comfort (IHC) mendapatkan empat poin, dan Building Environment Management (BEM) memperoleh tiga poin. (jpc/jm)

  • Dipublish : 13 September 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami