Jaksa Agung Paparkan Perkembangan Kasus Korupsi Jiwasraya

Dok. Foto : HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA,- Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan rapat kerja dengan Komisi III DPR. Dalam rapat kerja itu, salah satu yang dibahas adalah terkait skandal dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Karena beberapa langkah sudah dilakukan Kejagung dengan menggandeng Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Dalam pemaparannya, Jaksa Agung ST Burhanuddin mengatakan, pihaknya telah melakukan pemanggilan dan pemeriksaan. Yaitu memeriksa sebanyak 130 orang saksi dan dua orang ahli. “Penyidik juga telah mengajukan permohonan perhitungan kerugian keuangan negara kepada Badan Pemeriksa Keuangan,” ujar Burhanuddin di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (16/1).

Burhanuddin mengatakan Kejaksaan Agung dan BPK telah melaksanakan ekspose dengan kesimpulan. Pertama ‎telah terjadi penyimpangan dalam penjualan produk saving plan, investasi saham dan reksa dana. “Itu mengakibatkan kerugian negara pada Asuransi Jiwasraya,” katanya.

Kedua menurut Burhanuddin, perhitungan kerugian keuangan negara akan dilakukan secara simultan dengan pemeriksaan investigasi. “Ketiga penyidik Kejagung dan BPK sepakat berkoordinasi untuk penyediaan bukti-bukti yang diperlukan dalam rangka perhitungan kerugian negara,” ungkapnya.

Keempat, penyidik telah melakukan penggeledahan beberapa tempat antara lain adalah PT Trada Alam Mineral, kemudian PT Pol Avista Aset manajemen PT Milenium Manajemen Fnansial. “Aset manajemen ini sebanyak 115 tempat kami lakukan penggeledahan dan menyita aset serta kami juga mengkloning apa yang kami dapat lakukan,” tutur dia.

“Kemudian kami sudah mengajukan surat permohonan kepada PPATK untuk penelurusan transaksi yang mencurigakan terhadap pihak-pihak terkait baik internal maupun eksternal PT Asuransi Jiwasraya‎,” tambahnya.

Kelima, kata dia, Kejagung sudah mengajukan surat permohonan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk dilakukan pemeriksaan audit forensik dalam pennyidikan perkara a quo. “Keenam kami telah melakukan pemeriksaan ahli dan ahli perasuransian dari OJK,” tambahnya.

Ketujuh, melakukan koordinasi, komunikasi secara intensif dengan pihak manajemem PT Asuransi Jiwasraya. Kedelapan tim penyidik telah menginventarisasi dan menganalisa surat-surat dokumen yan disita dalam penggeledahan. “Kesembilan, kami telah mengeluarkan surat pencekalan terhadap 13 orang terkait dengan perkara asuransi jiwasraya,” ungkapnya.

“Kesepuluh penyidik telah menetapkan lima orang tersangka dan telah mengeluarkan surat perintah penahanan atas lima orang tersangka tersebut,” pungkasnya.

Sekadar informasi, Kejaksaan Agung (Kejagung) akhirnya menahan lima orang terkait megaskandal dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Kelimanya adalah Dirut PT Hanson International Tbk (MYRX) Benny Tjokrosaputro, Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) Heru Hidayat, mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Jiwasraya periode Januari 2013-2018 Hary Prasetyo, mantan Direktur Utama Jiwasraya periode 2008-2018 Hendrisman Rahim dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan.

Usai menjalani pemeriksaan, kelimanya langsung ditahan pada Selasa sore kemarin (14/1) secara bergiliran. ‎Usai resmi ditahan, kelimanya akan menjalani penahanan selama 20 hari. Namun untuk tempat penahanannya dipastikan bakal berbeda.‎ (jp)

  • Dipublish : 16 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami