Jaksa Cecar Enam Saksi Kasus Jiwasraya

(Foto: Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Pasca menahan menjebloskan lima tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero), penyidik Kejaksaan Agung kembali memeriksa enam saksi. Mereka dimintai keterangan terkait perkara yang merugikan negara Rp 13,7 triliun tersebut.

Keenam saksi tersebut adalah Direktur PT Pan Arcadia Asset Management, Irawan Gunawan, mantan Marketing PT GAP Asset Management, Ratna Puspitasari, mantan Direktur Pemasaran PT GAP Asset Management, Arifhadi Soesilarto. Kemudian, Direktur PT Pool Advista Asset Management, Ferro Budimeilano, Direktur PT MNC Asset Management, Ferry Konjongian, dan Direktur Utama PT Sinarmas Asset Management, Alex Setyawan WK. “Keenamnya hadir memenuhi panggilan penyidik dan dilakukan pemeriksaan,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapus Penkum) Kejaksaan Agung, Hary Setiyono di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (15/1).

Menurutnya, tim penyidik pidana khusus tidak berhenti pada lima tersangka saja. Sebab, masih ada dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus ini. “Ini terus dikembangkan oleh penyidik,” imbuhnya.

Disinggung soal hasil pemeriksaan, Hary mengaku belum mendapatkan informasi dari tim penyidik. “Belum tahu kalau terkait hasil. Sebab, ini sudah masuk teknis penyidikan. Yang jelas, baik keterangan tersangka maupun saksi akan saling dicocokkan. Arah penyidikan adalah mencari alat bukti. Penyidik bekerja agar perkara ini terang benderang,” paparnya.

Dari enam saksi tersebut, salah satunya Alex Setyawan terlihat keluar dari Gedung Bundar sekitar pada pukul 17.30 WIB. Saat ditanya awak media, Alex tidak bersedia berkomentar. Dikutip dari website resmi Sinarmas: https://www.sinarmas-am.co.id, Alex Setyawan WK diketahui meraih gelar Bachelor of Science Industrial System and Engineering dari Ohio State University, Columbus, Ohio, Amerika Serikat. Dia memiliki pengalaman bekerja 3 tahun di PT Bank Internasional Indonesia Tbk pada divisi Corporate Banking. Pada tahun 2000-2001, Alex bekerja pada PT Sinarmas Sekuritas pada divisi corporate Finance. Selanjutnya, pada 2001-2012 menjabat sebagai Fund Manager pada PT Sinarmas Sekuritas. Dia juga pernah menjabat Direktur PT. Sinarmas Asset Management sejak April 2012. Alex adalah Direktur Utama PT. Sinarmas Asset Management sejak Agustus 2017 hingga saat ini.

Terpisah, Ketua Komisi Kejaksaan Republik Indonesia (Komjak), Barita Simanjuntak mengatakan penahanan terhadap lima tersangka sebagai bukti kinerja Kejaksaan Agung mengusut suatu perkara korupsi. “Capaian ini harus diapresiasi. Kejagung menetapkan tersangka sekaligus diikuti penahanan,” kata Barita kepada FIN di Jakarta, Rabu (15/1).

Menurutnya, tindakan penahanan terhadap tersangka menjadi langkah jitu untuk meyakinkan publik. Dimana perkara Jiwasraya berjalan sesuai fakta hukum dan alat bukti yang ada. Dia berharap kasus ini dapat dikembangkan kepada semua pihak yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi. “Harus terus dikembangkan. Jangan berhenti pada lima tersangka. Semua yang terlibat harus diungkap secara transparan. Termasuk mereka yang membiarkan. Apalagi yang terlibat harus diperiksa,” paparnya.

Seperti diketahui, Kejaksaan Agung menetapkan lima tersangka kasus dugaan korupsi Jiwasraya. Usai menjalani pemeriksaan, mereka langsung ditahan. Kelima tersangka itu adalah Dirut PT Hanson International Tbk (MYRX) Benny Tjokrosaputro, Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) Heru Hidayat, mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Jiwasraya periode Januari 2013-2018 Hary Prasetyo, mantan Direktur Utama Jiwasraya periode 2008-2018 Hendrisman Rahim dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan. Mereka menjalani penahanan selama 20 hari di rumah tahanan (Rutan) yang berbeda.(lan/fin/rh)

  • Dipublish : 16 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami