Jaksa KPK Meminta Hakim Menolak Eksepsi Adik Mantan Gubernur Banten

Suasana persidangan Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)
Suasana persidangan Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA,- Jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta majelis hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta untuk menolak nota keberatan atau eksepsi dari adik mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

“Meminta majelis hakim menolak nota keberatan Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan,” kata Jaksa KPK Roy Riyadi membacakan tanggapan eksepsi di PN Tipikor Jakarta, Kamis (28/11).

Jaksa menyatakan, perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat suami dari Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany itu dipandang layak untuk dilanjutkan pada sidang pembuktian. Yakni pada pemeriksaan saksi.

“Menyatakan surat dakwaan nomor 97/TUT.01.04/24/2019 tanggal 31 Oktober 2019 telah memenuhi syarat formil dan materiil sebagaimana ditentukan dalam Pasal 143 ayat 2 huruf a dan huruf b KUHAP dan secara hukum sah untuk jadikan dasar memeriksa dan mengadili pidana atas nama terdakwa Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan,” ucap Jaksa Roy.

“Menyatakan sidang pemeriksaan saksi perkara tindak pidana korupsi nomor 99 pidsus tpk 2019 pm jakarta pusat dengan terdakwa Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan dilanjutkan berdasarkan surat dakwaan penuntut umum, Jakarta 28 November 2019 penuntut umum pada KPK,” tukas Jaksa Roy.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum (JPU) mendakwa Wawan melakukan korupsi pengadaan alat kesehatan rumah sakit rujukan Provinsi Banten pada Dinas Kesehatan Provinsi Banten APBD tahun anggaran 2012 dan APBD-P TA 2012.

Wawan juga didakwa melakukan korupsi bersama staf PT Balipasific Pragama (PT BPP) Dadang Prijatna dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan alkes Puskesmas Kota Tangerang Selatan Mamak Jamaksari yang telah divonis bersalah dalam perkara ini. Selain itu, da juga didakwa melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (jp)

  • Dipublish : 29 November 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami