Jaksa Sidik Dugaan Korupsi Asuransi Jiwasraya

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Dugaan tindak pidana korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dibongkar tim jaksa penyidik pidana khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta. Perkara korupsi ini telah ditingkatkan statusnya dari penyelidikan ke tahap penyidikan.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati DKI Jakarta, Nirwan Nawawi mengatakan dari hasil penyelidikan yang ini dilakukan tim Kejati DKI Jakarta, diperoleh bukti permulaan yang cukup. “Karenanya, kasus tersebut ditingkatkan ke tahap penyidikan. Dasarnya sudah ada bukti permulaan yang cukup,” kata Nirwan di Jakarta, Kamis (28/11).

Dia menjelaskan Kejati DKI Jakarta telah menerbitkan Surat Perintah Penyelidikan Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta No : Print-4816/O.1/Fd.1/11/2018 pada tanggal 27 November 2018 lalu. Kasus penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi di tubuh salah satu BUMN ini, lanjut Nirwan, bermula dari laporan pengaduan masyarakat. Kejati DKI Jakarta mengendus adanya dugaan tindak pidana korupsi. Kronologisnya diawali sejak 2014 sampai 2018.

Dia menjelaskan, PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) melalui unit kerja pusat Bancassurance dan Aliansi Strategis menjual produk JS Saving Plan dengan tawaran persentasi bunga tinggi (cenderung di atas nilai rata-rata, Red) berkisar antara 6,5 persen sampai dengan 10 persen. Sehingga memperoleh pendapatan total dari premi sebesar Rp 53,27 Triliun. “Dalam pelaksanaannya terdapat penyimpangan yang diduga melanggar ketentuan perundang-undangan. Dari hasil penyelidikan, memenuhi kualifikasi delik tindak pidana korupsi,” imbuhnya.

Kualifikasi tindak pidana korupsi yang dimaksud, baik terkait proses penjualan maupun pemanfaatan pendapatan produk JS Saving Plan. Perkembangan selanjutnya, kata Nirwan, ditahap proses penyidikan, tim Penyidik Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta telah memeriksa sebanyak 66 saksi dari pihak terkait. “Tim juga sudah melakukan pengumpulan dokumen-dokumen sebagai alat bukti. Kami telah meminta penunjukan ahli auditor dari Kantor Akuntan Publik untuk memproses perhitungan kerugian negara,” tutupnya.

Sementara itu, pelapor kasus dugaan korupsi ini yakni Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI). “Sebagai Pelapor, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kejati DKI yang telah meningkatkan ke tahap Penyidikan atas perkara dugaan korupsi di Jiwasraya. Kami berharap Kejati DKI segera menetapkan tersangka atas perkara ini,” kata koordinator MAKI, Boyamin Saiman kepada FIN di Jakarta, Kamis (28/11).

Bahkan, Boyamin mengancam akan melayangkan gugatan praperadilan terhadap Kejati DKI Jakarta, jika penanganan perkara ini lambat alias mangkrak tanpa ada kejelasan. “Tentu perkara ini akan selalu dikawal. Harapannya cepat tuntas. Tetapi jika mangkrak, kami akan menempuh gugatan praperadilan,” tutupnya.

(lan/fin/rh)

  • Dipublish : 29 November 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami