Jangan Ngopi Bareng Cakada

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 yang berlangsung di 270 daerah, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mengingatkan pengawas di daerah untuk menjaga jarak dengan calon kepala daerah (Cakada). Netralitas lembaga pengawas pemilu perlu dijaga agar pesta demokrasi tetap berjalan dengan jujur dan adil.

Anggota Bawaslu RI Rahmat Bagja mengatakan, sebagai lembaga yang diwajibkan netral, tentu sebisa mungkin bisa jaga jarak dengan para calon. Terlebih jika tahapan pendaftaran calon sudah bergulir. “Kita jaga marwah lembaga di mata publik,” kata Bagja di Jakarta, Senin (4/11). Menurutnya, secuil saja Bawaslu melakukan kesalahan, dampaknya bisa sangat berbahaya. Terutama bagi yang tidak suka dengan Bawaslu. Kesalahan kecil tersebut akan dimanfaatkan secara negatif dan diviralkan kemana-mana. “Jadi saya ingatkan. Tolong nanti setelah yang akan bersaing pada Pilkada 2020 ditetapkan menjadi calon, agar menjaga jarak. Hindari ngopi dan nongkrong bareng,” serunya.

Terpisah, Ketua Bawaslu RI, Abhan mengajak seluruh masyarakat untuk mengawasi kinerja penyelenggara pemilu dalam menjalankan tugasnya pada Pilkada Serentak 2020. Kinerja penyelenggara yang baik menurutnya merupakan salah satu kunci kesuksesan penyelenggaraan pesta demokrasi. “Kami ajak masyarakat untuk sama-sama menciptakan tahapan penyelenggara pemilu yang punya integritas tinggi,” ucapnya.

Ia meminta masyarakat jangan takut melaporkan penyelenggara pemilu (Bawaslu dan KPU) yang tidak independen kepada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Karena, Abhan meyakini, masyarakat berhak mengawasi sepak terjang para penyelenggara pemilu. “Kalau ada penyelenggara pemilu yang main mata dengan peserta pemilu, laporkan saja. Supaya tidak menciderai tahapan pilkada,” tegasnya.

Dia menilai, kinerja Bawaslu pada Pemilu 2019 lalu tidak akan cemerlang tanpa partisipasi masyarakat. Bawaslu banyak menerima laporan dari masyarakat terkait persoalan yang terjadi di TPS. Sampai kepada penyelenggara pemilu yang tidak independen. “Bawaslu tidak ada artiya tanpa ada dukungan dari masyarakat. Kesuksesan pesta demokrasi tidak lepas dari partisipasi publik,” tutupnya.

(khf/fin/rh)

  • Dipublish : 5 November 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami