Jangan sampai Ada Klaster Nataru

Ilustrasi
Ilustrasi
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JaringanMedia.co.id,- Sebanyak 5.812 personel gabungan bakal dikerahkan dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Personel gabungan itu terdiri dari kepolisian sebanyak 3.173 personel, TNI 353 personel dan 2.286 personel dari instansi terkait. Pengamanan dikhususkan pada objek-objek vital di Sumbar.

“Perayaan Natal dan Tahun Baru perlu menjadi perhatian bersama. Karena di dalam perayaan keagamaan dan Tahun Baru tentunya akan memunculkan tempat-tempat kerumunan dan bisa berpotensi terjadi penyebaran virus Covid-19. Untuk itu kita membantu masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan agar dalam perayaan ibadah Natal dan Tahun Baru berlangsung lancar dan aman sehingga terhindar dari Covid-19,” kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Pengamanan Libur Panjang di Mapolda Sumbar, Senin (15/12).

Ia mengatakan perayaan tahun ini berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya karena berada dalam situasi pandemi Covid-19. Untuk itu perlu dilakukan pengamanan yang sesuai dengan protokol kesehatan. “Apalagi kita sudah memiliki Perda Nomor 6 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dalam penanganan Covid-19 di Sumbar,” kata Irwan Prayitno.

Irwan Prayitno menjelaskan, suasana Natal dan Tahun Baru merupakan libur panjang. Di Sumbar sendiri pada masa libur terpanjang selalu dimanfaatkan untuk pulang kampung.
“Walaupun pemerintah pusat sudah mengurangi libur panjang, akan tetapi perantau Minang yang kebanyakan berprofesi sebagai pedagang akan tetap saja tidak menghiraukannya. Sehingga, di jalanan banyak terjadi kemacetan dan harga tiket biasanya akan naik dan terjadi inflasi,” jelasnya.

Seperti biasanya Tahun Baru akan terjadi kerumunan. Untuk itu perlu dilakukan antisipasi. Operasi Lilin akan tetap dijalankan. Semua petugas dikerahkan di setiap titik-titik keramaian.  “Karena perayaan Natal dan Tahun Baru ini adalah tanggung jawab kita bersama. Tidak bisa kita tumpangkan kepada polisi ataupun TNI saja,” tutur Irwan.

Ia menjelaskan dengan kondisi tersebut Pemprov Sumbar telah menyediakan semua fasilitas umum sesuai protokol kesehatan. “Bahkan tempat karantina masih banyak yang kosong, rumah sakit pun masih bisa menampung. Dengan begitu pengendalian masih bisa dilakukan di Sumbar,” tegasnya.

Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto menyebutkan pihaknya akan mengerahkan 3.173 personel di tempat-tempat objek vital yang akan dilakukan pengamanan. Dalam menyambut perayaan Natal dan pergantian tahun, kepolisian secara terpusat menggelar operasi dengan sandi Operasi Lilin.

Baca Juga:  Sekretaris DPRD Mentawai Sembuh dari Covid-19

Operasi Lilin Sumbar 2020 ini akan berlangsung selama 15 hari dari tanggal 21 Desember hingga 4 Januari 2020. Petugas Polda Sumbar dan jajaran polres dilibatkan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang akan merayakan Natal dan pergantian tahun.

“Polda Sumbar bersama seluruh stakeholder akan berfokus dan mengutamakan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Terkhusus masyarakat yang akan melaksanakan ibadah Natal di gereja,” tegas Toni.

Selain tempat ibadah, sarana transportasi umum, tempat pariwisata dan pusat perbelanjaan akan menjadi target operasi kali ini. “Kami ingatkan kepada jasa travel dan bus pariwisata, setiap penumpang diwajibkan untuk pakai masker. Kami akan tindak tegas, siapa saja yang tidak pakai masker akan diberikan sanksi hukum Perda 6 tahun 2020,” serunya. “Kalau perlu penumpang yang tidak pakai masker, dilarang turun dari mobil. Semua ini kita lakukan untuk memutus mata rantai Covid-19 di Sumbar,” tambahnya.

Kapolda juga mengajak seluruh masyarakat bisa menjaga di daerahnya masing-masing untuk penerapan protokol kesehatan. “Karena sulit untuk memastikan apakah orang yang ada di lingkungan sekitar terbebas dari virus Covid-19,” ungkapnya.

Siapkan Objek Wisata
Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pessel, Hadi Susilo, mengatakan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 mulai mempersiapkan skenario pencegahan penyebaran virus saat perayaan Natal dan Tahun Baru. Upaya itu dilakukan, dikarenakan daerah ini sudah menjadi lokasi kunjungan wisata utama di Sumbar. Diprediksi akan banyak dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai daerah untuk berwisata.

“Ini kita lakukan agar libur panjang itu tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di daerah ini. Sebab kami memprediksi masyarakat dari berbagai daerah akan banyak berkunjung ke daerah ini nantinya untuk berwisata,” ujarnya.

Ia menjelaskan pemerintah telah memangkas libur akhir tahun 2020 selama tiga hari. Meski pun demikian pihaknya tetap memastikan objek-objek wisata unggulan di daerah itu tetap akan ramai dikunjungi.

“Karena ramai, kami menegaskan pengelola kawasan objek wisata, hotel dan penginapan, serta juga restoran dan rumah makan agar menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Ini kita ingatkan sebab tim Satgas Covid-19 tidak akan segan-segan melakukan pembubaran bila itu dilanggar,” ingatnya. (padek.jawapos.com)

  • Dipublish : 16 Desember 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami