Jaringan Pengedar Uang Palsu Antar Provinsi Dibekuk Aparat

Para pelaku pengedar uang palsu. Foto : Pojokpitu
Para pelaku pengedar uang palsu. Foto : Pojokpitu
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JEMBER – Polres Jember, Jatim membekuk jaringan pengedar uang palsu antar provinsi. Keduanya berinisial P dan M.

Saat penangkapan, polisi menyita barang bukti uang palsu pecahan Rp 50 ribu sebanyak 30 lembar.

Polisi masih memburu satu pelaku utama yang merupakan penyuplai uang palsu tersebut. Uang palsu ini sedianya akan disebar untuk dibelanjakan di wilayah pedesaan yang jarang mengerti perbedaan dengan uang asli.

Jaringan ini disinyalir berasal dari Bali karena salah satu pelaku merupakan residivis kasus uang palsu di wilayah tersebut. Pelaku sebelumnya telah menjalani hukuman 3 tahun penjara.

Dua pelaku yang berhasil diamankan di sebuah warung diwilayah Kecamatan Wuluhan ini merupakan satu jaringan.

AKBP Alfian Nurrizal, Kapolres Jember, mengatakan, pelaku inisial P yang memegang barang bukti upal sebesar Rp 1,5 juta ini, mendapatkan upal dari pelaku inisial M.

“Dengan harga Rp 750 ribu uang asli ditukar dengan Rp 1,5 juta uang palsu pecahan Rp 50 ribu,” kata AKBP Alfian.

Selain mengamankan barang bukti uang palsu polisi juga menyita dua bua handphone dan satu buat kartu ATM. “Polisi akan terus mengembangkan kasus ini termasuk akan mencari barang bukti lainnya yang diduga disimpan pelaku,” sambung Kapolres.

Polisi akan mengintensifkan pengawasan terhadap upal karena 2020 ini merupakan tahun politik yang rawan penyebaran uang palsu. (pojokpitu/jpnn/jm)

  • Dipublish : 9 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami