JARINGANMEDIA.CO.ID – Buronan Suap Sempat Tabrak Tim KPK

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Juru Bicara KPK Febri Diansyah/ist

FIN.CO.ID, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil menangkap seorang buronan bernama Umar Ritonga terkait kasus dugaan suap kepada mantan Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap. Ia diamankan di kawasan Labuhan Batu, Sumatera Utara, Kamis (25/7) sekitar pukul 07.00 WIB. Drama penangkapan itu sempat menabrak tim KPK hingga akhirnya sang buron berhasil diciduk.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menerangkan, mulanya tim KPK mendapat laporan bahwa Umar tengah berada di rumahnya. Kemudian, kata Febri, tim meminta bantuan Polres Labuhan Batu untuk melakukan penjemputan.

“Pagi ini pukul 07.00 WIB, KPK menangkap seorang yang masuk DPO (daftar pencarian orang) dalam kasus dugaan suap terhadap Bupati Labuhanbatu, Sumatera Utara yaitu UMR (Umar Ritonga),” ujar Febri kepada wartawan, Kamis (25/7).

Febri mengatakan, penangkapan ini berhasil dilakukan berkat koordinasi antara tim dengan Bupati Labuhan Batu, Lurah Sioldengan Yusuf Harahap, serta Kepala Lingkungan (Kepling) Khoirudin. Mereka berhasil meyakinkan keluarga Umar untuk menyerahkan diri.

Febri menambahkan, selama proses pencarian Umar diketahui melarikan diri ke kawasan Perawang, Riau. Ia disebut mendiami sebuah kontrakan di sana. “”Uang Rp500 juta yang dulu diduga dibawa yang bersangkutan sudah tidak ditemukan di lokasi tadi,” ucapnya.

Saat ini, tim KPK bersama Umar telah tiba di Kota Medan. Umar akan langsung diterbangkan ke Kantor KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

KPK pun, kata Febri, berharap penangkapan buronan ini dapat menjadi pembelajaran bagi pelaku korupsi lain untuk bersikap kooperatif dan tidak mempersulit proses hukum. “Baik yang telah menjadi DPO ataupun saat ini dalam posisi sebagai tersangka korupsi,” pungkasnya.

Saat KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Selasa (17/7/2018) di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatra Utara, tim penindakan tidak berhasil mengamankan barang bukti uang sebesar Rp500 juta karena dibawa kabur Umar Ritonga. Selain melarikan diri saat akan ditangkap, ternyata Umar Ritonga juga sempat menabrak tim penindakan KPK.

Kebetulan saat itu Umar baru saja keluar dari sebuah bank untuk mengambil uang suap tersebut. Umar Ritonga sebelumnya mengambil uang sebesar Rp576 juta yang dititipkan di Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumatera Utara oleh Effendy Sahputra yang akan diberikan kepada Bupati Pangonal.

Effendy diduga mengeluarkan cek sebesar Rp576 juta dan menghubungi pegawai BPD Sumut untuk mencairkan cek tersebut. Effendy mengatakan kepada pegawai BPD Sumut bahwa nantinya uang itu akan diambil oleh Umar.

Pada Selasa (17/7/2018) sore, Umar mendatangi BPD Sumut dan bertemu orang kepercayaan Effendy bernama Afrizal Tanjung selaku Direktur PT Peduli Bangsa. Afrizal Tanjung sebelumnya mencairkan cek senilai Rp576 juta.

Dari uang tersebut, Afrizal Tanjung mengambil Rp16 juta untuk dirinya sendiri serta Rp61 juta ditransfer ke Effendy. Kemudian, sisanya yakni Rp500 juta disimpan dalam tas kresek dan dititipkan kepada petugas bank.

Sekira pukul 18.15 WIB dihari yang sama, Umar datang ke bank dan mengambil uang tersebut pada petugas bank. Pada saat itulah tim penindakan KPKhendak menangkap Umar namun tak berhasil.

Saat itu kondisi hujan dan sempat terjadi kejar-kejaran antara mobil tim KPK dan Umar. Lantaran tidak berhasil mengejar Umar yang diduga berpindah-pindah lokasi, tim akhirnya memutuskan untuk mencari pihak lain yang harus segera diamankan.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Bupati nonaktif Labuhanbatu Pangonal Harahap bersama orang kepercayaannya, Umar Ritonga dan Tamrin Ritonga, serta pemilik PT Binivan Konstruksi Abadi Effendy Sahputra alias Asiong sebagai tersangka.

KPK menduga ada pemberian uang dari Asiong kepada Pangonal terkait proyek-proyek di lingkungan Kabupaten Labuhanbatu tahun anggaran 2018. Ada bukti transaksi sebesar Rp500 juta didapat KPK ketika mereka di OTT.

Uang itu diduga merupakan bagian dari pemenuhan permintaan Pangonal yang berjumlah sekira Rp3 miliar. Uang itu diberikan Asiong ke Pangonal melalui Umar Ritonga dan orang kepercayaannya, Afrizal Tanjung dari pencairan dana pembayaran proyek pembangunan RSUD Rantau Prapat.

Belakangan, KPK mendapatkan temuan baru bahwa ada penerimaan lain yang diterima Pangonal dari sejumlah proyek di lingkungan Pemkab Labuhanbatu sebanyak Rp46 miliar selama periode 2016-2018.

(riz/fin)

Buronan Suap Sempat Tabrak Tim KPK

  • Dipublish : 26 Juli 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami