JARINGANMEDIA.CO.ID-Penyebab NIP 50 Ribu Honorer K2 Lulus PPPK Tak Jelas

Ilustrasi
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Penyebab NIP 50 ribuan honorer K2 yang lulus PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) tahap I belum keluar terungkap. Proses pemberkasan belum berjalan.

Jangankan mengantongi NIP PPPK, proses pemberkasan pun belum dilakukan. Daerah beralasan belum ada petunjuk teknis maupun pelaksanaan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Sebaliknya pusat mengatakan, prosesnya menjadi tanggung jawab daerah. BKN hanya memproses usulan pemberkasan dari daerah.

Tarik ulur itu akhirnya terjawab. Ternyata, proses pemberkasan belum berjalan karena masalah anggaran.

Rerata daerah, alokasi belanja pegawai bila ditambah dengan angaran gaji PPPK hasil rekrutmen tahap I, sudah melebihi 50 persen APBD. Sementara ketentuannya, belanja pegawai harus di bawah 50 persen.

“Nanti pada waktunya akan ada arahan dari menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi (Menpan RB) dan kepala BKN bagaimana penyelesaian hasil rekrutmen PPPK tahap I. Sebab, ketika NIP ditetapkan otomatis daerah sudah harus memproses SK sebagai awal perhitungan gaji,” tutur Karo Humas BKN, Mohammad Ridwan, Jumat (26/7).

Dia mengungkapkan, saat ini masalah utamanya adalah banyaknya daerah yang alokasi belanja pegawainya di APBD melebihi 50 persen jika gaji PPPK dimasukkan.

Kendala ini akan diselesaikan sebaik-baiknya. Yang paling penting, pelayanan dasar (kesehatan dan pendidikan) jangan sampai terganggu karena masalah pemberkasan.

“Pemerintah harus melihat semua hal. Jika jadi ASN tapi tidak digaji APBD, tentu akan menimbulkan masalah baru. Mohon honorer K2 bersabar dan tetap semangat,” tandasnya.

Para honorer K2 yang telah dinyatakan lulus seleksi PPPK ini berharap, pemerintah segera menerbitkan NIP-nya. Pasalnya itu sangat menentukan gaji yang mereka terima setiap bulan.  (jpnn)

Penyebab NIP 50 Ribu Honorer K2 Lulus PPPK Tak Jelas

  • Dipublish : 26 Juli 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami