Jelang Idul Adha, Pertamina Sulawesi Tambah Pasokan 932 Ribu Tabung LPG

ilustrasi
ilustrasi
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id, Makassar – Sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali dan menyusul di sebagian kota dan kabupaten di Sulawesi, tentunya sebagian aktivitas masyarakat beralih ke rumah. Hal ini juga membuat aktivitas memasak dan pemakaian tabung LPG meningkat. Sebagai antisipasi tingginya konsumsi LPG pada peringatan Idul Adha 1442 H, PT Pertamina (Persero) Subholding Commercial & Trading Regional Sulawesi menambah pasokan Tabung LPG 3 kg sebanyak 932.520 tabung se-Sulawesi.

Penambahan alokasi pasokan LPG 3 kg tersebut lebih banyak 6,34% dibandingkan konsumsi normal pada bulan Juli dan dilakukan untuk 6 provinsi dengan rincian sebagai berikut :

1. Sulawesi Selatan sebanyak 605.120 tabung,
2. Sulawesi Tengah sebanyak 68.320 tabung,
3. Sulawesi Utara sebanyak 74.840 tabung,
4. Sulawesi Tenggara sebanyak 66.080 tabung,
5. Gorontalo sebanyak 73.920 tabung dan
6. Sulawesi Barat sebanyak 44.240 tabung.

Unit Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Regional Sulawesi, Laode Syarifuddin Mursali mengatakan penambahan alokasi tersebut dilakukan untuk antisipasi kenaikan konsumsi LPG akibat pembatasan yang diperketat sehingga menyebabkan aktivitas di rumah cenderung meningkat. “Penambahan ini juga dilakukan sebagai respon atas permintaan beberapa kabupaten/kota berupa operasi pasar untuk menekan inflasi daerah,” ujar Laode.

Lebih lanjut Laode mengatakan selain menambahkan pasokan LPG 3 Kg lebih banyak dari alokasi reguler, Pertamina juga memastikan pasokan BBM dalam keadaan aman selama masa PPKM.

Apabila masyarakat mengalami kesulitan atau membutuhkan informasi terkait ketersediaan LPG dan BBM, masyarakat dapat menghubungi layanan pelanggan 24 jam melalui Pertamina Call Center 135.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar membeli LPG melalui pangkalan resmi Pertamina atau di SPBU. Kami juga mengharapkan sinergi antar instansi terutama Disperindag dan Kepolisian untuk turut aktif menindak pengecer yang menjual harga diatas HET, karena itu sudah bukan ranah pengawasan kami,” ujar Laode. (rls)

  • Dipublish : 19 Juli 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami