Jelang Libur Panjang, Proteksi Diri dengan Protokol Kesehatan

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, mobilitas yang dilakukan masyarakat di tengah pandemi Covid-19 sangat berisiko dan membahayakan pelaku perjalanan. (dok BNPB)
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, mobilitas yang dilakukan masyarakat di tengah pandemi Covid-19 sangat berisiko dan membahayakan pelaku perjalanan. (dok BNPB)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru 2021, perlu berpikir dua kali sebelum melakukan perjalanan antar kota. Pasalnya, momen libur panjang acap memicu peningkatan kasus aktif Covid-19 di Indonesia.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, mobilitas yang dilakukan masyarakat di tengah pandemi Covid-19 sangat berisiko dan membahayakan pelaku perjalanan. Karena tidak ada yang tahu dari mana Covid-19 berasal.

“Lonjakan kasus positif bukanlah hal yang patut diremehkan mengingat lonjakan kasus ini membawa dampak lanjutan lainnya seperti berkurangnya jumlah tempat tidur di isolasi maupun ruang ICU, di mana di beberapa daerah kapasitasnya sudah di atas 70 persen terisi,” kata Wiku dalam keterangannya, Minggu (20/12).

Dampak lanjutan lainnya, kata Wiku,  bertambahnya tugas penanganan dari para petugas kesehatan, bertambahnya potensi penularan, dan bertambahnya korban jiwa akibat Covid-19.

Menurutnya, pemerintah saat ini sedang menyusun kebijakan perjalanan selama periode liburan panjang termasuk syarat testing bagi pelaku perjalanan menggunakan tes swab antigen yang diakui sebagai alat screening Covid-19 oleh Badan Kesehatan Internasional (WHO).

“Satgas menyadari beberapa bagian dari peraturan ini terkesan sulit dijalankan. Tapi masyarakat harus menyadari kebijakan yang dikeluarkan pemerintah bertujuan melindungi masyarakat dan mencegah lonjakan kasus COVID-19,” ujar Wiku.

Setelah kurang lebih 10 bulan menghadapi pandemi, pemerintah dan masyarakat telah bergotong-royong untuk mengaplikasikan perilaku 3M yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak sebagai perisai penting dalam meminimalisir penularan Covid-19.

Wiku menyebut, perisai 3M tersebut nantinya akan diperkuat dengan kehadiran vaksin Covid-19. Meski saat ini vaksin Covid-19 sudah dalam tahap pengujian, dia mengakui bahwa tantangan lain yang akan datang adalah memastikan seluruh masyarakat memiliki akses terhadap vaksin tersebut.

“Presiden Joko Widodo pada Rabu kemarin telah mengumumkan bahwa pemerintah berkomitmen menyediakan vaksin Covid-19 secara gratis kepada seluruh masyarakat Indonesia,” pungkasnya. (jawapos.com)

  • Dipublish : 21 Desember 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami