Jelang Reuni Akbar 212, Polri Belum Meneriman Surat Pemberitahuan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Rencana Persaudaraan Alumni (PA) 212 menggelar reuni akbar 212 pada 2 Desember di Lapangan Monumen Nasional (Monas) masih sebatas wacana. Hingga kini Polri belum menerima surat pemberitahuan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri Brigjen Argo Yuwono mengatakan hingga kini pihaknya belum meneriman surat pemberitahuan. Jika sudah ada surat resmi pemberitahuan, pihaknya akan mengkaji izin acara Reuni Akbar 212.

“Kalau ada surat pemberitahuan (dari PA 212) ke kepolisian, akan kami analisis. Kami juga memerlukan intelijen,” katanya di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (21/11).

Dia mengatakan, memang setiap kegiatan yang berkaitan dengan pengumpulan massa adalah hak warga negara. Namun, tetap harus sejalan dengan aturan alias tidak melanggar aturan yang telah ditetapkan.

Dia juga mengatakan, terkait acara tersebut, Polri juga membutuhkan data intelijen. Dara tersebut sangat diperlukan untuk merencanakan langkah yang harus dilakukan kepolisian dalam mengamankan suatu acara.

“Tentu kami tetap berkolaborasi dengan TNI untuk pengamanan, seandainya surat pemberitahuan sudah masuk ke kepolisian,” terangnya.

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-Ulama) Yusuf Martak mengklaim izin kegiatan Munajat dan Maulid Akbar Reuni Mujahid 212 sudah dikantonginya.

Menurut dia, panitia acara telah memegang izin pemberitahuan dari Polda Metro Jaya dan manajemen Monumen Nasional sebagai lokasi acara.

“Perizinan semua sudah clear. Dari pemberitahuan kepada aparat dan kepada manajemen Monas semuanya sudah. Alhamdulillah, sudah semua,” katanya.

Sementara itu, Menko Polhukam Mahfud MD menyebutkan tidak perlu pengamanan khusus terkait Reuni Akbar 212.

“Enggak perlu (pengamanan khusus),” katanya di Kantor Kemenko Polhukam.

Menurutnya, aparat kepolisian sudah memiliki protap dalam melakukan pengamanan aksi-aksi yang digelar oleh masyarakat.

“Artinya, sudah ada SOP-nya. ‘Kan aparat kita sudah bagus, kok,” ujar mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini.

(fin)

  • Dipublish : 22 November 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami