Jembatan Bialo Bermuatan Korupsi

Pembangunan Jembatan Bialo. (Radar Selatan)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BULUKUMBA — Polres Bulukumba membidik pembangunan Jembatan Bialo. Polisi menduga terdapat praktik korupsi dalam proyek tersebut.

Kanit Tipikor Polres Bulukumba, Bripka Ahmad Fatir menyebut, anggaran pembangunan Jembatan Bialo tahap pertama tahun 2017 sekitar Rp10 miliar. Pembangunannya diduga bermasalah.

Untuk mengungkap dugaan korupsi tersebut, Polres akan berkoodinasi dengan ahli konstruksi untuk menentukan kerugian negara dalam kasus ini. “Masih dalam tahap penyelidikan, karena anggaran besar maka perlu waktu lama untuk melakukan penyelidikan. Yang jelas ada bermasalah,” ungkapnya, Minggu, 11 Agustus.

Jembatan ini merupakan penghubung Sungai Bialo yang terletak di Kelurahan Bentenge, Kecamatan Ujung Bulu. Perencanaan pekerjaan sepanjang 100 meter.

Jembatan yang akan menjadi ikon pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba ini mulai dikerja sejak tahun 2017 dan telah menelan anggaran sekitar Rp20 miliar. Tahun ini pemkab kembali menganggarkan sekitar Rp5 miliar. Untuk merampungkannya, masih membutuhkan anggaran sekitar Rp30 miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Bulukumba, Muh Amri, memilih bungkam ketika dikonfirmasi ikwal proyek tersebut. Beberapa kali dihubungi, ia tidak memberikan respons. (sir)

 

 

Sumber: fajar.co.id

  • Dipublish : 12 Agustus 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami