Jika Evakuasi WNI Dilakukan, TNI Siagakan Seluruh Rumah Sakitnya

Ilustrasi: Upaya pencegahan virus korona menyebar, petugas melakukan pengecekan kesehatan. (Mark Schiefelbein/AP)
Ilustrasi: Upaya pencegahan virus korona menyebar, petugas melakukan pengecekan kesehatan. (Mark Schiefelbein/AP)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA,- Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi mengatakan siap membantu penuh upaya evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) di Provinsi Hubei, Tiongkok. Guna menopang rencana tersebut, TNI akan menyiagakan seluruh rumah sakit yang dimiliki untuk menampung sementara WNI yang baru dipulangkan.

Penyiagaan rumah sakit ini mengingat virus korona mudah menyebar ke orang lain. Sehingga WNI dan aparat yang melakukan evakuasi dari Tiongkok harus dikarantina sementara waktu, hingga dipastikan tidak terjangkit virus tersebut.

“TNI telah menyiapkan seluruh rumah sakit TNI, baik TNI AD, AL, maupun AU, seluruh satuan-satuan kesehatan lapangan dan seluruh personel kesehatan TNI yang ada di Indonesia, untuk melakukan langkah-langkah terukur dan terkoordinasi dengan seluruh stakeholder terkait di daerah,” kata Sisriadi kepada wartawan, Kamis (30/1).

Penyiapan rumah sakit ini juga sebagai tindak lanjut penyiagaan dua pesawat TNI AU yang siap melakukan misi evakuasi ke Tiongkok. Hanya saja saat ini evakuasi belum bisa dilakukan karena masih menunggu proses diplomasi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) kepada pemerintah Tiongkok.

“Pelaksanaannya dikoordinir oleh Kemenlu sebagai leading sektor untuk kegiatan ini,” jelas Sisriadi.

Berdasarkan data Kemenlu hingga Selasa (29/1), terdapat 100 WNI di Wuhan. Terdiri dari 84 mahasiswa dan 16 tamu mahasiswa dari tempat lain. Sementara di Provinsi Hubei, secara keseluruhan ada 243 WNI.

Sebelumnya, TNI Angkatan Udara (AU) mulai bersiap melakukan evakuasi kepada Warga Negara Indonesia (WNI) di Wuhan, Tiongkok. Hal ini menyusul maraknya virus korona atau Novel Coronavirus (2019-nCoV) yang terjadi di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Fajar Adriyanto mengatakan, keputusan evakuasi ini dihasilkan setelah rapat bersama dengan Kementerian terkait pad Senin (27/1). Total ada 2 pesawat yang disiagakan untuk mengangkut para WNI.

“Iya hasil rapat kemarin, 2 hari yang lalu kita rapat dengan Kementerian Polhukam dan Kemenkes, Kemenlu juga, kita sudah siapkan pesawat Boeing 737 dan 1 C130 Hercules,” kata Fajar saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (29/1).

Selain pesawat, TNI AU juga akan menerjunkan personel dari batalion kesehatan apabila evakuasi dilakukan. Namun, terkait jumlah personelnya masih menunggu pembagian yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan.

Setelah dipulangkan, baik itu petugas maupun warga yang dievakuasi, seluruhnya akan dibawa terlebih dahulu ke RSPI Dr Sulianti Saroso. Ini untuk dipastikan tidak terjangkit virus korona sebelum dipulangkan ke keluarga. “Oh iya (WNI juga) dikarantina. Standarnya 28 hari,” tegasnya. (jp)

  • Dipublish : 30 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami