Jika Pilkada Ditunda, Mahfud Sebut Bisa Buat Kerugian Lebih Banyak

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di gedung merah putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan. (Muhammad Ridwan/ JawaPos.com)
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di gedung merah putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan. (Muhammad Ridwan/ JawaPos.com)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memastikan Pilkada serentak 2020 akan tetap digelar pada 9 Desember 2020. Dia menyebut tidak akan ada penundaan lagi guna menghindari kerugian yang semakin banyak.

Mahfud mengatakan, pandemi Covid-19 tidak bisa dipastikan kapan akan berakhir. Bahkan beberapa pihak di World Health Organization (WHO) menyatakan Covid-19 tidak akan pernah berakhir. Sehingga tidak ideal apabila pilkada ditunda lagi dengan alasan menunggu pandemi berakhir.

“Ada yang khawatir, boros itu pak. Ya bisa kalau ditunda-tunda terus, yang dikorbankan secara ekonomis bisa lebih banyak,” kata Mahfud, Kamis (25/6).

Semakin pilkada ditunda lagi, kata Mahfud, maka akan lebih banyak kepala daerah yang berstatus Pelaksana Tugas (Plt). Kondisi tersebut tentu akan merugikan daerah. Karena kepala daerah berstatus Plt tidak akan memiliki kewenangan penuh dalam mengambil kebijakan strategis.

“Kita hindari kepala daerah kepala daerah yang di Plt-kan terus. Plt, Plt, Plt, padahal tidak jelas jalan. Padahal Plt itu tidak mempunyai kewenangan definitif,” jelasnya.

Oleh karena itu, pemerintah telah meminta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar mengawasi proses penyelenggaraan pilkada 2020. Serta mencegah terjadi ada praktik korupsi selama gelaran demokrasi tersebut berlangsung.

“Jangan kita dikurung terus, jangan kita disandera. Mau mengadakan Pilkada ditunda, Pilkada ditunda, mari kita bikin kenormalan baru,” pungkas Mahfud. (jp)

  • Dipublish : 25 Juni 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami