Jokowi akan Cari Pengganti Imam Nahrawi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jakarta- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, tetap menghormati keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang telah menetapkan Menpora Imam Nahrawi, sebagai tersangka kasus suap dana hibah Koni.

Jokowi mengatakan Imam Nahrwi telah menemuinya terkait kasus tersebut.

“Tadi pagi Imam Nahrawi sudah bertemu dengan saya. Saya menghormati apa yang sudah diputuskan oleh KPK bahwa Pak Imam Nahrawi sudah menjadi tersangka karena urusan dana hibah dengan KONI,” kata Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (19/9/2019).

Jokowi mengatakan, akan segera menggantikan posisi Imam Nahrawi.

“Tentu saja akan kita segera pertimbangkan apakah segera diganti dengan yang baru atau memakai Plt,” imbuh Jokowi.

KPK telah menetapkan Imam Nahrawi sebagai tersangka kasus dugaan suap dana hibah Kemenpora ke KONI.

Dalam kasus ini, Imam Nahrawi diduga menerima suap sebesar Rp26,5 miliar sepanjang kurun 2014-2018.

Menpora Tersangka Suap Dana Hibah KONI

Dana tersebut, diduga merupakan komitmen fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh KONI kepada Kemenpora tahun anggaran 2018, penerimaan terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima, dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Imam selaku Menpora.

“Uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak lainnya,” jelas Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers di gedung KPK, Jakarta Rabu (18/9/2019)

Dikatakan Alex, dugaan penerimaan uang tersebut terbagi dalam dua tahap. Pertama, Imam Nahrawi diduga menerima Rp14,7 miliar melalui Miftahul Ulum sepanjang 2014-2018. Sedangkan sisanya yaitu berasal dari permintaan Imam Nahrawi sejumlah Rp11,8 miliar dalam rentang waktu 2016-2018. Sehingga total Rp26,6 miliar.

Sementara itu, Imam Nahrawi membantah apa yang dituduhkan oleh KPK.

Ia berkilah telah menerima uang sebesar Rp26,5 miliar terkait suap dana KONI. Ia menyatakan, saat pemenuhan panggilan KPK nanti, ia akan membuktikan kebenarannya.

“Karena saya tidak seperti yang dituduhkan [Korupsi Dana Hibah KONI]. Kita akan mengikuti seperti apa di pengadilan,” ujar Imam saat konferensi pers di rumah dinas Widya Chandra, SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (18/9/2019).

Imam Nahrawi mengatakan, akan memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Tentu saya sebagai WNI akan patuh akan mengikuti proses hukum yang ada, dan sudah barang tentu kita harus kunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Sudah pasti saya harus menyampaikan tentang materi yang sudah disampaikan KPK dalam proses-proses hukum selanjutnya,” ujarnya.

(dal/fin).

Sumber: fin.co.id

  • Dipublish : 19 September 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami