Jokowi Ingin Ajak Jerman Wujudkan Transformasi Digital di Indonesia

Ilustrasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk meningkatkan pengawasan agar implementasi terhadap penegakan UU ITE tersebut dapat berjalan secara konsisten, akuntabel, dan menjamin rasa keadilan di masyarakat. (dok. SEKRETARIAT PRESIDEN)
Ilustrasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk meningkatkan pengawasan agar implementasi terhadap penegakan UU ITE tersebut dapat berjalan secara konsisten, akuntabel, dan menjamin rasa keadilan di masyarakat. (dok. SEKRETARIAT PRESIDEN)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan pemerintah sedang mempersiapkan peta jalan (road map) untuk mengimplementasikan Making Indonesia 4.0.

“Saya ingin mengajak Jerman untuk bermitra mewujudkan transformasi digital di Indonesia. Indonesia sendiri telah menyiapkan roadmap implementasi Making Indonesia 4.0,” kata Presiden Jokowi, dalam pembukaan pameran teknologi industri Hannover Messe 2021, di Istana Negara Jakarta, Senin (12/4).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekomian Airlangga Hartarto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang, dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. “Terdapat tiga hal utama. Pertama, pada era industri 4.0 penguatan SDM adalah kebutuhan,” ujar Presiden Jokowi dikutip dari Antara.

Presiden Jokowi mengatakan Indonesia memiliki bonus demografi. Dia menturkan, pada 2030 jumlah usia produktif di Indonesia tumbuh dua kali lipat.

“Tantangannya adalah penyiapan SDM yang mampu menghadapi tantangan masa depan, tantangan big data, artificial intelligence, internet of things,” kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Presiden Jokowi meyakini Jerman dapat mendukung penguatan SDM Indonesia melalui pengembangan pendidikan vokasi, penguatan riset, dan penguatan universitas berbasis teknologi.

“Kedua, menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi industri 4.0. Pembenahan iklim investasi membutuhkan reformasi struktural,” katanya. Menurutnya, pengesahan Undang-undang Cipta Kerja adalah salah satu cara pembenahan iklim investasi.

UU Cipta Kerja tersebut, menurut Presiden Jokowi, akan mempermudah izin usaha, memberikan kepastian hukum, dan memberikan insentif. “UU Cipta Kerja juga memberikan insentif bagi ekonomi digital. UU Cipta Kerja akan mendukung pengembangan industri 4.0,” ungkap mantan Wali Kota Surakarta itu.

Ketiga, investasi pada pembangunan hijau. “Pandemi ini momentum untuk mendorong pembangunan hijau. Menurut WEF (World Economy Forum), potensi ekonomi hijau atau pembangunan hijau sangatlah besar. Peluang bisnis sebesar 10,1 triliun dolar AS dan peluang 395 juta lapangan pekerjaan baru hingga 2030,” kata Presiden Jokowi.

Lebih lanjut dia mengatakan, Indonesia telah melakukan berbagai terobosan pembangunan industri hijau. Dintaranya biodiesel dari kelapa sawit dan pembangkit listrik tenaga surya atap untuk rumah tangga.

“Proyek ini akan menciptakan puluhan ribu lapangan kerja baru namun juga mengurangi emisi gas rumah kaca,” tambah Presiden. Indonesia, lanjutnya, juga siap berkontribusi pada energi masa depan.

Sebagai negara produsen nikel terbesar dunia, Indonesia juga mengembangkan pengolahan biji nikel menjadi baterai litium sebagai komponen utama baterai ponsel maupun mobil listrik.

“Kemitraan Indonesia dan Jerman untuk pembangunan hijau kedepan adalah salah satu prioritas. Saya mengapresiasi Green Infrastructure Initiative German dengan nilai EUR 2,5 miliar. Program ini diharapkan dapat mendukung pembangunan infrastruktur hijau di Indonesia,” kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi juga mengajak Jerman untuk melompat jauh keluar dari krisis, pulih, dan tumbuh lebih kuat. “Saya yakin Indonesia dan Jerman dapat bermitra untuk keluar dari pandemi ini sebagai pemenang,” ujar Presiden Jokowi. (jm/jawapos)

  • Dipublish : 13 April 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami