Jokowi: Jangan Cemas dan Panik, Varian Omicron Bisa Disembuhkan Tanpa Harus ke RS

Presiden Jokowi (tengah). (Lukas/Setpres)
Presiden Jokowi (tengah). (Lukas/Setpres)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jaringanmedia.co.id – Angka penularan kasus harian Covid-19 di dalam negeri mengalami lonjakan akibat varian Omicron yang angkanya mencapai 27.197 per Kamis (3/2). Hal itu pun menjadi perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Jokowi mengajak masyarakat untuk tetap tenang sambil menjalankan protokol kesehatan secara disiplin. Memang diakui bahwa varian Omicron memiliki penularan yang cepat. Namun tingkat fatalitas lebih rendah dibandingan dengan varian Delta.

”Varian Omicron ini memang tingkat penularannya tinggi, namun tingkat fatalitasnya lebih rendah dibandingkan dengan varian Delta,” ujar Jokowi di YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (4/2).

Jokowi mengatakan tingkat fatalitas Omicron lebih rendah dibandingan varian Delta. Lantaran itu, keterisian rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) RS di banyak negara dan di Indonesia masih sangat terkendali.

”Hal ini bisa terlihat dari kasus Covid-19 di beberapa negara di mana tingkat keterisian rumah sakit relatif rendah, hal ini juga termasuk di negara kita, meskipun kasus melonjak cukup tinggi namun keterisian di rumah sakit masih terkendali,” terang Jokowi.

Karena itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengimbau masyarakat tidak perlu cemas dan panik dalam menghadapi varian Omicron. Pasalnya varian baru tersebut bisa sembuh tanpa harus ke RS.

”Perlu saya sampaikan bahwa varian Omicron bisa disembuhkan tanpa harus ke rumah sakit,” ungkap Jokowi.

Menurut Jokowi, masyarakat yang terpapar varian Omicron bisa sembuh dengan isolasi mandiri di rumah. Namun, tetap disertai dengan meminum obat dan multivitamin.

”Pasien yang terpapar varian ini cukup melakukan isolasi secara mandiri di rumah, minum obat dan multivitamin dan segera tes kembali setelah lima hari,” ujar Jokowi.

Angka penularan Covid-19 pada Kamis (3/2) mencapai 27.197 kasus. Sementara itu, dinyatakan sembuh sebanyak 5.993 orang. Kemudian meninggal dunia dalam sehari sebanyak 38 orang. (jpc/jm)

  • Dipublish : 4 Februari 2022
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami