Jokowi ‘Kabur’ ke Kalteng saat Aksi Buruh, Gus Ulil Beri Sindiran Soal Adab

Presiden Joko Widodo. FOTO: FAISAL R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.
Presiden Joko Widodo. FOTO: FAISAL R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA- Intelektual Nahdatul Ulama (NU), Ulil Abshar Abdallah menyentil Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Tengah. Sementara mahasiswa dan kalangan buruh akan melakukan demonstrasi di depan Istana Kepresidenan, Jakarta pada Kamis (8/10).

Ulil mengatakan, baiknya Presiden tidak ke Kalimantan di saat suasana seperti ini.

“Eloknya ya, menurut adab Jawa, jika sedang kedatangan “tamu”, ya Pak Presiden tidak malah “nglungani”, pergi, untuk menengok food estate di Kalteng.” Ucap Ulil di twitternya, Kamis (8/10).

Dia menilai, Jokowi sebaiknya berada di Istana Negara, meskipun tidak keluar menemui para demonstrasi.

“Walau ndak menemui para pendemo, minimal secara simbolis Pak Presiden ada di istana. Itu adabnya. Itulah fatsoen politik.” Ucap aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) ini

Ulil termasuk salah satu yang menolak Omnibus Law Cipta Kerja yang telah disahkan oleh DPR RI pada Senin (5/10) lalu.

Dia mengaku setuju jika UU Ciptaker ini merupakan upaya untuk mendatangkan investor, namun demikian bukan berarti memangkas hak-hak buruh dan lingkungan

“Ada usaha membangun citra, mereka yang menolak UU Cipta Kerja sama saja dengan anti investor dan pengusaha. Ini ndak bener.” Kata Ulil.

“Saya setuju upaya menarik investor, mengurangi “red tape”, debirokratisai, dan lainnya. Tetapi itu semua tak harus mengabaikan hak-hak buruh dan lingkungan.” Imbuh Menantu Ahmad Mustofa Bisri ini.

Presiden Joko Widodo hari bertolak ke Kalimantan Tengah dalam rangka kunjungan kerja di kawasan program Food Estate.

Bersamaan dengan itu, mahasiswa dan kalangan buruh akan melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Kepresidenan. Mereka akan menuntut Jokowi membatalkan pengesahan UU Cipta Kerja yang telah disahkan oleh DR RI.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Bey Machmudin mengatakan, kunjungan Jokowi bukan menghindar dari aksi demonstrasi.

“Agenda presiden untuk Food Estate sudah dijadwalkan jauh-jauh hari. Jadi sama sekali tidak ada kaitan dengan aksi,” kata Bey.

Bey menjelaskan kunjungan Jokowi terkait dengan ketahanan pangan yang diberikan peringatan oleh Food and Agriculture Organization (FAO) di tengah pandemi. Sehingga Jokowi memutuskan untuk meninjau lokasi langsung ke daerah.

“Jadi memang Presiden ingin meninjau langsung progress Food Estate ini,” ucapnya. (dal/fin). 

  • Dipublish : 8 Oktober 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami