Jokowi Minta Pembelajaran Tatap Muka Dilakukan Ekstra Hati-Hati

Ilustrasi pengajaran tatap muka (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Ilustrasi pengajaran tatap muka (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jaringanmedia.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan agar pelaksanaan tatap muka dilakukan dengan kesiapan dan kehati-hatian. Targetnya pada tahun ajaran baru 2021/2022 atau Juli, mayoritas sekolah didorong untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunawan Sadikin usai rapat terbatas pada Senin (7/6) bersama Menko Perekonomian, Kapolri, Panglima TNI dan Kepala BNPB di Istana Kepresidenan.

Jokowi mengimbau hal tersebut setelah adanya beberapa peningkatan kasus Covid-19 yang sifnifikan pasca libur lebaran. Kenaikan itu terlihat di Kabupaten Kudus dan Kabupaten Bangkalan.

“Berdasarkan kejadian ini, bapak presiden tadi mengarahkan, pendidikan tatap muka yang nanti akan dimulai itu harus dijalankan dengan ekstra hati-hati,” jelasnya dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden yang dikutip, Selasa (8/6).

PTM yang dilakukan secara terbatas ini, keterisian kelas hanya boleh diisi maksimal 25 persen dari total murid. Kemudian juga, disampaikan bahwa PTM tidak boleh lebih dari dua hari dalam seminggu.

“Nggak boleh lebih dari dua hari seminggu (PTM). Setiap hari maksimal hanya dua jam. Opsi menghadirkan anak ke sekolah tetap ditentukan oleh orang tua. Dan semua guru sudah harus selesai divaksinasi sebelum dimulai,” ujarnya.

Kepada seluruh kepala daerah, Budi menginstruksikan untuk memprioritaskan vaksinasi Covid-19 kepada guru dan tenaga kependidikan. Hal ini demi kelancaran pembelajaran di masa pandemi.

“Jadi mohon kepada kepala daerah karena vaksin kita kirim ke daerah, prioritaskan guru dan lansia, guru harus sudah divaksinasi sebelum tatap muka terbatas dilaksanakan,” pungkasnya. (jpc/jm)

  • Dipublish : 8 Juni 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami