Jokowi Tak Mau Lagi Lihat Pasien Postif Covid-19 Kabur dari RS

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta supaya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di empat provinsi, 22 kabupaten dan kota bisa benar-benar diterapkan secar ketat.

“Saya ingin memastikan ini betul-betul diterapkan secara ketat dan efektif,” ujar Presiden Jokowi dalam rapat terbatas di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (4/5).

Jokowi menambahkan, dirinya sudah melihat beberapa kabupaten yang mengajukan perpanjangan PSBB ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Dalam perpanjangan PSBB tahap dua itu perlu adanya evaluasi. Sehingga nantinya PSBB diharapkan bisa benar-benar memutus rantai penyebaran virus Korona atau Covid-19.

“Ini perlu evaluasi, mana yang penerapannya terlalu over, terlalu kebablasan dan mana yang masih kendor. Evaluasi ini penting sehingga kita bisa melakukan perbaikan-perbaikan di kota kabupaten yang melakukan PSBB,” katanya.

Bahkan, menurut Jokowi, setiap daerah yang melakukan PSBB harus memiliki target-target yang terukur. Misalnya ada berapa jumlah pengujian sampel yang sudah dilakukan, kemudian berapa yang telah melakukan tes PCR.

“Apakah pelacakan yang agresif telah dikerjakan, berapa yang telah ditracing setiap hari. Ini betul-betul harus dikerjakan,” ungkapnya.

Mantan Wali Kota Solo itu juga berpesan, agar setiap daerah yang melakukan PSBB bisa memantau warganya. Jangan sampai ada kejadian orang yang positif Korona namun malah kabur dari rumah sakit. Kemudian dipantau juga masyarakat dengan kategori pasien dalam pemantauan (PDP).

“Kemudian apakah isolasi yang ketat juga sudah dilakukan? Karena saya melihat yang sudah positif saja masih bisa lari dari rumah sakit, yang PDP masih beraktivitas ke sana kemari,” katanya.

“Kemudian juga apakah warga yang berisiko, yang manula yang memiliki riwayat penyakit, komorbid, sudah diproteksi betul, evaluasi-evaluasi  yang terukur seperti ini perlu dilakukan,” pungkasnya. (jp)

  • Dipublish : 4 Mei 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami