Jokowi Tandatangani Dua MoU

FOTO: AFP DISKUSI: Gubernur Jenderal Australia David Hurley (kanan) dan Presiden Indonesia Joko Widodo (kiri) berrdiskusi dalam pertemuan di Gedung Pemerintah di Canberra, Minggu (9/2).
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan di Canberra, Australia sejak Sabtu malam (8/2). Terdapat beberapa agenda pembicaraan salah satunya rencana pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur.

”Canberra ini relatively sebagai ibu kota adalah baru, menurut Menlu, sehingga Presiden di situ juga tentunya akan berdiskusi mengenai masalah pembangunan ibu kota baru,” terang Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Minggu (9/2).

Ditambahkannya, Presiden bakal menandatangani dua nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Australia. Disampaikan Menlu Retno kunjungan kenegaraan Presiden pada Senin (10/2) akan sangat padat.

Dimulai dengan pertemuan dengan Perdana Menteri Australia, Scott Morrison yang diikuti pertemuan bilateral serta penandatanganan MoU. ”Yang pertama adalah Plan of Action dari Comprehensive Strategik Partnership untuk tahun 2020 sampai 2024. Kedua adalah kerja sama dibidang perhubungan,” ujar Menlu.

Retno Marsudi mengatakan, Presiden Jokowi nantinya juga menerima kunjungan kehormatan dari ketua oposisi Australia. Hari Minggu (9/2) ini, Presiden juga dijadwalkan menerima kunjungan kehormatan dari ketua parlemen Australia dan Ketua Senat Australia. ”Setelah itu presiden akan memberikan pidato dihadapan parlemen Australia,” ujar Menlu Retno.

Kunjungan Presiden ke Australia diterangkan Menlu Retno ada beberapa makna yang penting. Satu di antaranya memperingati 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Australia di tahun ini. ”Presiden juga datang setelah proses ratifikasi IACEPA (Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement). Kemudian, lima tahun kedepan kita juga sudah bisa punya sebuah peta jalan yang jelas karena Plan of Action sudah di tandatangani,” terang Retno.

Pemerintah dan DPR RI juga telah menyepakati Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement/IA-CEPA) menjadi undang-undang. RUU IA-CEPA telah disetujui oleh DPR RI menjadi Undang-Undang yang nantinya akan menjadi landasan hukum untuk implementasi kerja sama IA-CEPA.

”Dengan disetujuinya RUU ini, DPR bersama Pemerintah telah melaksanakan amanat konstitusional sebagai tanda pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan meningkatkan kesejahteraan ekonomi bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Mendag Agus.

Agus mengatakan, IA-CEPA merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kinerja ekspor barang dan jasa, membuka keran masuknya penanaman modal, serta mengembangkan sumber daya manusia di tengah pelemahan ekonomi dunia dan semakin banyaknya hambatan perdagangan di setiap negara.

IA-CEPA telah ditandatangani Mendag RI dan Menteri Perdagangan Pariwisata dan Penanaman Modal Australia di Jakarta Indonesia pada 4 Maret 2019. RUU yang telah disahkan ini terdiri dari dua pasal dan telah disepakati Pemerintah dan DPR RI dengan beberapa perubahan teknis di dalam penjelasan umum. ”Persetujuan IA-CEPA akan menjadi bagian transformasi Indonesia menjadi ekonomi maju dan meningkatkan kesejahteraan umum rakyat,” tandas Mendag Agus.

Jokowi disambut upacara kenegaraan oleh Gubernur Jenderal Australia David Hurley dan Linda Hurley di Government House, Canberra, Australia, Minggu (9/2). Kunjungan ke Government House ini merupakan agenda pertama Presiden Jokowi di hari kedua berada di Canberra.

Tiba di State Entrance, Presiden Jokowi disambut oleh Gubernur Jenderal Australia David Hurley dan Ibu Linda Hurley, kemudian berfoto bersama di depan pintu utama sebelum memasuki gedung. Pada saat yang bersamaan terdengar dentuman meriam yang ditembakkan sebanyak 21 kali.

Di dalam gedung, kedua pemimpin disambut oleh Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne dan First Assistant Secretary, Ministerial Support Division DPMC Gerrard Martin, untuk selanjutnya bersama-sama mengikuti upacara kenegaraan. Setelah selesai mengikuti upacara kenegaraan, Presiden Jokowi menandatangani buku tamu di Drawing Room. Selanjutnya, Presiden menuju Private Hall dan langsung mengadakan pertemuan dengan Gubernur Jenderal David Hurley.

Penyambutan kenegaraan ini ditutup dengan jamuan santap siang yang diawali dengan sambutan dari Gubernur Jenderal Australia David Hurley dan Presiden Jokowi. Sebelum meninggalkan Government House, Presiden Jokowi diajak berkeliling menggunakan buggy car bersama Gubernur Jenderal David Hurley dan Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison. (dim/fin/ful)

  • Dipublish : 10 Februari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami