Jokowi Ungkap Tujuan Perombakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Presiden Joko Widodo (Istimewa)
Presiden Joko Widodo (Istimewa)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Presiden Joko Widodo buka suara soal perombakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjadi lembaga tersendiri. Jokowi beralasan hal ini dilakukan sesuai amanat UU Nomor 11 tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sisnas Iptek) sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

“BRIN dibentuk untuk menjalankan penelitian, pengembangan, pengkajian, penerapan (Litbang Kirap) serta invensi dan inovasi nasional,” kata Jokowi di Jakarta, Selasa (20/4).

Jokowi menjelaskan maksud dan tujuan pemisahan BRIN dari kementerian agar proses penelitian dan pengembangan lebih produktif dan terintegrasi.

BACA JUGA:  penyebab umkm sulit ekspor produk salah satunya karena legalitas

“Strateginya adalah membangun pondasinya terlebih dahulu. Yaitu dimulai dari infrastruktur, kemudian sumber daya manusianya. “Kita bangun pondasinya. Lalu SDM dan masuk ke riset, inovasi dan teknologi,” papar Jokowi.

Ke depan, lanjut Jokowi, BRIN akan menjadi tempat mengimplementasikan segala penelitian dan pengembangan teknologi dan inovasi.

Sementara fungsi riset dan teknologi yang dilebur pada Kemendikbud hanya akan mengurusi soal akademis saja. Rencana, pemerintah akan menambahkan anggaran riset dan pengembangan sebesar Rp26 triliun untuk kementerian-kementerian yang dijadikan satu ke dalam BRIN.

“Sehingga nantinya akan terpusat dan terkonsolidasi di satu lembaga saja. Bisa langsung membuat produk. Misalnya GeNose, ventilator dan sebagainya. Jadi anggarannya tepat sasaran,” pungkas Jokowi. (rh/fin)

  • Dipublish : 21 April 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami