Jumlah Korban Kasus Virus Korona di Korsel Terus Bertambah

Suasana terminal utama kota Gwangju, di area tunggu bus menuju Daegu, tempat ditemukannya pusat penyebaran virus corona di Korea Selatan, pada Minggu (23/2). Foto: ANTARA/GM Nur Lintang/aa.
Suasana terminal utama kota Gwangju, di area tunggu bus menuju Daegu, tempat ditemukannya pusat penyebaran virus corona di Korea Selatan, pada Minggu (23/2). Foto: ANTARA/GM Nur Lintang/aa.
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

SEOUL– Jumlah kasus virus corona di Korea Selatan (Korsel) telah mencapai 7.382 kasus, dengan 248 kasus baru dilaporkan Senin (9/3). Satu kematian baru juga dilaporkan, sehingga jumlah pasien yang meninggal bertambah menjadi 51 orang.

Sebanyak 36 pasien telah meninggalkan karantina setelah dinyatakan pulih sepenuhnya, menambah jumlah keseluruhan pasien yang dipulangkan menjadi 166 orang.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) memperbarui data dua kali dalam sehari, yakni pada pukul 10.00 dan 17.00 waktu setempat.

Infeksi COVID-19 melonjak dalam 19 hari terakhir, dengan 7.351 kasus baru dilaporkan sejak 19 Februari hingga 8 Maret. Negara tersebut telah menaikkan level kewaspadaan virusnya ke level merah, yang merupakan level tertinggi.

Sementara itu, total kasus infeksi di Daegu, yang terletak sekitar 300 kilometer di sebelah tenggara Seoul, dan Provinsi Gyeongsang Utara yang mengelilinginya naik masing-masing menjadi 5.571 dan 1.107. Angka tersebut setara dengan hampir 90 persen dari total kasus terkonfirmasi COVID-19 di Korsel.

Daegu menjadi pusat penyebaran wabah COVID-19 di Korsel usai klaster infeksi massal terbesar ditemukan di kota metropolitan berpenduduk 2,5 juta orang itu. Daegu telah ditetapkan oleh pemerintah Korsel sebagai zona perawatan khusus.

Klaster kasus di Daegu berkaitan erat dengan ibadah kebaktian yang diselenggarakan sebuah kelompok keagamaan kecil lokal bernama Sincheonji di kota tersebut. Para anggotanya diketahui saling duduk berdampingan di lantai selama kebaktian.

Sejak 3 Januari, Korsel telah melakukan pemeriksaan terhadap lebih dari 196.000 orang. Dari jumlah tersebut, 171.778 di antaranya dinyatakan negatif COVID-19, sementara 17.458 lainnya masih menjalani pemeriksaan. (Xinhua/ant/dil/jpnn/jm)

  • Dipublish : 9 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami