Jumlah Pasien Virus Corona di Indonesia Dipastikan Terus Naik

Juru Bicara Pemerintah Untuk COVID-19 Achmad Yurianto. (Muhammad Ali/Jawa Pos)
Juru Bicara Pemerintah Untuk COVID-19 Achmad Yurianto. (Muhammad Ali/Jawa Pos)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id, JAKARTA,– Jumlah pasien virus korona COVID-19 di Indonesia terus bertambah tiap harinya. Sebab hingga Selasa (17/3), didapati pasien positif sebanyak 172 kasus, dengan 7 pasien meninggal dunia. Jumlah itu dipastikan masih akan terus bertambah.

Juru Bicara Pemerintah Untuk COVID-19 Achmad Yurianto menjelaskan penambahan jumlah kasus akan terus terjadi setiap hari karena adanya pelacakan kontak (contact tracing) dari pasien sebelumnya. Sehingga tak heran jika akan terjadi penambahan pasien.

“Akan terus terjadi penambahan pasien karena kami terus lakukan contact tracing. Edukasi gencar dilaksanakan setiap hari. Masyarakat sudah mulai menyadari mereka harus waspada,” kata Yurianto kepada wartawan, Rabu (18/3).

Yurianto menilai, masyarakat yang merasa kontak dekat dengan pasien bergejala, mulai melaksanakan pemeriksaan di berbagai RS. Ada juga mereka yang tidak dilakukan swab dan hanya diisolasi mandiri di rumah saja.

“Tapi setidaknya untuk memahami COVID-19 ini apa, menularnya. Penyakit ini pada komunitas, pada masyarakat. Maka edukasi terus kami lakukan,” katanya.

Angka paling banyak sejauh ini memang terjadi dari Jakarta. Menurut Yurianto, itu karena pintu gerbang di DKI Jakarta cukup banyak dengan mobilitas penduduknya sangat tinggi.

“Maka di Jakarta terjadinya kasus kontak lebih tinggi. Ini juga bentuk tracing jajaran Dinkes DKI. Dari semua kasus ini, tak semuanya dirawat di RS tetapi ada yang diisolasi di rumah jika gejalanya ringan,” katanya.

Yurianto menilai isolasi di rumah bukan sesuatu yang sulit atau sederhana. Butuh komitmen yang kuat tapi juga butuh dukungan dari keluarga.

“Pasien harus pakai masker saat isolasi di rumah. Harus jaga jarak dengan seluruh anggota keluarga. Tak gunakan alat makan bersamaan. Cukup istirahat dan asupan bergizi. Kalau memungkinkan tidur terpisah di kamar sendiri, tetapi itu bukan sesuatu yang mutlak,” paparnya. (jp/jm)

  • Dipublish : 18 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami