Jumlah Penderita DBD di Jawa Barat Capai 4.600

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id, JAKARTA,– Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat (Dinkes Jabar) menyatakan jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) mencapai 4.600 orang. Dari 27 kota/kabupaten di wilayah itu, hanya dua daerah masuk zona hijau penyebaran epidemi DBD.

”Mayoritas kasus DBD terjadi di daerah padat penduduk. Adapun jumlah kasus hingga saat ini mencapai 4.600 orang,” kata Kepala Dinkes Jabar Berli Hamdani seperti dilansir dari Antara.

Berli menjelaskan, dua daerah yang masuk dalam zona hijau penyebaran epidemi penyakit DBD (jumlah kasus DBD kurang dari 50 kasus), adalah Kota Cirebon dan Kabupaten Pangandaran. Sampai awal Maret, jumlah penderita DBD di Kabupaten Pangandaran terdapat 16 orang, sedangkan di Kota Cirebon sebanyak 10 orang.

Sementara itu, lanjut Berli, terdapat sembilan daerah yang ada di zona merah dengan jumlah kasus tinggi atau di atas 150 kasus dengan adanya kematian. Kesembilan daerah tersebut yaitu Kabupaten Bogor dengan jumlah kasus tertinggi, yaitu 443 kasus dengan dua kematian, kemudian Kabupaten Ciamis terdapat 381 kasus dengan kasus kematian tertinggi, yaitu sebanyak tiga kasus.

”Daerah lain yang ada di zona merah yakni Kota Bogor, Depok, Kota dan Kabupaten Sukabumi, Kota Bandung, Kabupaten Cirebon, dan Kota Tasikmalaya,” ujar Berli.

Sebanyak 16 daerah lagi, menurut Berli, merupakan daerah dengan kasus yang jumlahnya di atas 50. Dia menjelaskan, jumlah kasus kematian di Jabar akibat DBD mengalami peningkatan menjadi 16 kasus dan satu kasus kematian tambahan berasal dari Kota Bogor.

”Yang menjadi faktor kematian karena terlambatnya pasien mendapatkan tindakan rumah sakit. Seperti yang dikatakan tadi kalau ada gejala tinggi, terus kalau anak mengalami kejang harus segera ke RS,” kata Berli.

Berli menambahkan, sejumlah upaya dilakukan pemerintah daerah untuk menekan angka DBD. Di antaranya menggerakkan kader juru pemantau jentik atau jumantik dan pemberantasan sarang nyamuk atau PSN. (jp)

  • Dipublish : 15 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami