Jumlah Positif Corona Tembus 1 Juta Kasus

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Jumlah kasus positif virus corona di dunia pada Jumat (3/4) mencapai 1.014.256 kasus, bertambah 79.060 kasus baru dalam satu hari. Dari total kasus positif virus corona, total jumlah pasien meninggal dunia mencapai 52.982 orang, sementara 208 ribu pasien berhasil sembuh.

Dilansir dari Al Jazeera, total angka kematian di Spanyol sudah melewati angka 10 ribu orang. Negara tersebut melaporkan jumlah kematian tertinggi pada satu hari, yakni lebih dari seribu jiwa. Angka itu mengerek jumlah total kematian mencapai 10.096 orang di antara 110.238 kasus.

Meski Spanyol mencatat jumlah kematian terbesar, Amerika Serikat masih menjadi negara dengan kasus corona terbanyak dengan laporan lebih dari 5.600 kasus kematian. Berdasarkan data dari John Hopkins University, terdapat 236 ribu kasus yang terjadi di Negeri Paman Sam.

New York, New Jersey dan California menjadi tiga wilayah AS dengan jumlah kasus positif virus corona terbanyak, terutama New York. Jumlah kasus positif virus corona New York mencapai 93.053 kasus, jauh melampaui New Jersey dan California, yang tercatat masing-masing 25.590 dan 10.838 kasus.

Mengutip The Guardian, Jumat (3/4), penanganan pandemi corona New York berada di titik kritis, sebab perlengkapan untuk penanganan pandemi tidak mumpuni. Gubernur New York Andrew Cuomo menyebut, ketersediaan ventilator New York hanya cukup untuk menghadapi corona selama enam hari ke depan.

Presiden AS Donald Trump telah menginisiasi peraturan produksi pertahanan untuk membangun pabrik produksi masker N95 di Minnesota.

Trump menandatangani memo untuk Sekretaris DHS Chad Wolf agar menggunakan semua otoritas yang dimungkinkan di bawah peraturan tersebut untuk memproduksi masker.

Sebelumnya, Sekretaris Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan AS Alex Azar menjelaskan, pada akhir Februari AS membutuhkan 300 juta masker N95 untuk pekerja medis di garis depan demi mencegah penyebaran virus.

Sementara jumlah kasus positif virus corona di Italia telah mencapai 115.242 kasus, dengan jumlah meninggal sebanyak 13.915. Sedangkan di Asia, Tiongkok yang sebelumnya selama dua hari tidak mencatatkan penambahan kasus positif virus corona, tiba-tiba mencatat munculnya 35 kasus baru, dengan tambahan pasien meninggal sebanyak enam orang.

Tambahan kasus baru ini, menjadikan total kasus positif virus corona di Tiongkok tercatat sebesar 81.589 kasus, dengan total pasien meninggal sebanyak 3.318.

Gelombang kedua serangan virus corona juga kemungkinan akan terjadi. Pasalnya, Tiongkok, yang tadinya diduga sudah “bersih” dari virus corona merilis jumlah orang yang diduga terinfeksi virus corona, namun tidak menunjukan gejala atau asymptomatic.

Mengutip The Financial Times, Kamis (2/4), pemerintah Tiongkok mengumumkan, telah memeriksa 20.000 orang dengan status asymptomatic, yang berpotensi menjadi silent carrier. Namun, jumlahnya dikhawatirkan lebih besar dari yang diumumkan oleh pemerintah Tiongkok.

Meski demikian, pemerintah Tiongkok berusaha menenangkan publik dengan menyatakan, individu dengan kondisi asymptomatic tidak akan menimbulkan wabah besar. Hal ini diungkapkan oleh Zhong Nanshan, penasihat medis senior pemerintah Tiongkok.

Menurutnya, jika rantai transmisi diputus maka orang dengan kondisi asymptomatic, tidak akan menyebarkan virus corona. Oleh karena itu, pemerintah Tiongkok akan terus mencari orang dengan kondisi asymptomatic dan akan mengisolasi mereka. (der/fin)

  • Dipublish : 4 April 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami