Kab Probolinggo Dapat Bantuan Alat PCR dari BNPB, Bisa Gelar Swab Masal

Ilustrasi
Ilustrasi
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KRAKSAAN,– Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo menerima bantuan satu paket alat pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Timur. Dengan adanya PCR tersebut, Kabupaten Probolinggo berencana akan melakukan swab masal.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr Anang Budi Yoelijanto mengatakan, nantinya alat PCR itu akan mampu digunakan untuk men-support pemeriksaan swab masal. Pemkab mendapatkan alat PCR, VTM, dan reagen serta sudah terpasang di RSUD Waluyo Jati Kraksaan.

“Saat ini masih dalam proses setting. Di harapkan beberapa hari ke depan sudah bisa berfungsi sesuai dengan arahan dari bupati. Kami akan melakukan pemeriksaan-pemeriksaan swab secara masif, terutama bagi seluruh pasien baik itu ODP (Orang Dalam Pemantauan) yang memberikan gejala kuat untuk mengarah ke korona. Demikian juga dengan PDP (Pasien Dalam Pengawasan),” katanya.

Dengan PCR itu, pihaknya akan melakukan pemeriksaan swab bagi semua orang. Baik yang berstatus ODP, PDP, ataupun orang yang memeriksaan diri ke fasilitas kesehatan di wilayahnya.

“PCR memang berbeda dengan TCM yang selama ini digunakan untuk pemeriksaan swab di RSUD Waluyo Jati Kraksaan. PCR ini lebih spesifik karena dia yang diperiksa itu genetiknya dari virus. Tapi, untuk tingkat kevalidan dan keakuratannya sama, tidak jauh berbeda,” terangnya.

Anang menerangkan, PCR memakai reagen, tetapi kalau TCM memakai cartridge. “Berbeda dengan cartridgereagen ini tidak untuk sekali pakai. Memang sudah ada hitung-hitungannya, satu paket reagen itu untuk sekian pemeriksaan,” tegasnya.

Lebih lanjut ia mengaku, Bupati sangat beryukur dengan support dari semua pihak, baik itu pemerintah pusat, pemerintah provinsi. Juga dari pihak swasta yang sedang berempati men-support kebutuhan medis.

“Tentunya ini tidak lepas dari keseriusan pemkab melakukan tindakan-tindakan masif di dalam menangani korona yang meliputi 3 hal. Di antaranya pelacakan (tracking), pengujian (testing) dan pengobatan (treatment). Dengan upaya-upaya yang serius ini, ternyata menjadi perhatian dari pemerintah pusat, provinsi, dan swasta,” tambahnya. (radarbromo.jawapos.com)

  • Dipublish : 18 Juni 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami