Kabar 4 Orang Terjangkit Virus Korona di RS Persahabatan Jakarta Ternyata Hoaks

FOTO: FAISAL R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.
FOTO: FAISAL R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Informasi terkait empat orang terjangkit virus corona dan tengah dirawat di RS Persahabatan Jakarta adalah hoaks alias kabar bohong.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Achmad Yurianto membantah informasi tersebut. Dia menyatakan informasi yang beredar melalui pesan WhatsApp adalah hoaks.

“Lah, saya baru tahu,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/2).

Ditegaskannya, Kemenkes belum mendapat laporan dari RS Persahabatan terkait informasi empat pasien teridentifikasi virus corona. Bahkan dia juga tak memperoleh infomrasi dari sejumlah rumah sakit lainnya.

“Saya enggak dapat beritanya dan RS Persahabatan enggak ada laporannya ke Kemenkes,” katanya.

Dia mengatakan, seharusnya jika ada yang terkonfirmasi pasien corona di Indonesia, pihaknya akan lebih dahulu mendapat laporan.

Bantahan juga disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit RS Persahabatan Dwi Oktavia.

“Sejauh yang kami monitor sampai saat ini belum ada pasien konfirm corona virus di Jakarta,” katanya.

Sebelumnya, informasi tentang empat orang yang teridentifikasi terkena virus corona di RS Persahabatan beredar luas melalui WhatsApp.

“Just info di RS Persahabatan sudah ada 4 orang teridentifikasi kena corona dan ada beberapa lagi yang kena virus corona di beberapa RS di Jakarta,” menurut isi pesan singkat tersebut.

Sementara itu, Badan Kesehatan Dunia atau WHO menyebut bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang mempunyai fasilitas mumpuni untuk mendeteksi virus corona.

Medical Officer dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk wilayah Indonesia Vinod Kumar Bura mengatakan Indonesia mampu mendeteksi virus novel corona 2019 dengan fasilitas yang memadai dan sesuai dengan standar WHO.

“Mereka baru saja menguji semua spesimen dari 60 kasus dalam beberapa minggu terakhir dan telah mengonfirmasi bahwa tidak satu pun dari kasus itu positif virus corona. Kami sepenuhnya yakin bahwa laboratorium ini mampu untuk mendeteksi virus novel corona ini,” kata Medical Officer dari WHO untuk Indonesia Vinod Kumar Bura di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes usai mengunjungi fasilitas deteksi virus.

Dikatakan Vinod, Indonesia sangat peduli dengan masalah virus corona. Sehingga meningkatkan kapasitas untuk penanganan deteksi virus itu, termasuk memiliki 100 rumah sakit rujukan di seluruh Indonesia.

Sebanyak 26 dari 100 rumah sakit tersebut, sudah memiliki sumber daya manusia yang lengkap. Lalu sudah melakukan simulasi penanganan penyakit emerging, dan total memiliki 52 ruang isolasi dengan 113 tempat tidur yang dikhususkan untuk penyakit emerging.

“Kami terus bekerja sama erat dengan pemerintah Indonesia untuk memantau situasi,” ujar dia.

Untuk memastikan virus corona sesuai standar WHO, Kepala Balitbangkes Kemenkes Siswanto mengatakan ada dua kali pengujian sampel.

Sementara ada empat tahapan yang dilakukan dalam mendeteksi virus corona, yakni menemukan “suspect” (terduga) yang benar, mengambil spesimen, mentransfer spesimen tersebut melalui “viral transport medium”, hingga melakukan polymerase chain reaction (PCR) menggunakan mesin PCR dengan benar.

“Laboratorium pendeteksi virus itu dilengkapi dengan peralatan memadai dan tenaga ahli yang terampil. Alat yang dimiliki antara lain kultur, serologis, reaksi berantai polimerase (polymerase chain reaction/PCR), sekuensing sanger dan sekuensing next generation, flowcitometri dan mikroskop fluorescens,” bebernya.(fin/jm)

  • Dipublish : 12 Februari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami