Kabar 6 Orang Suspect Virus Korona Masuk Batam, Ini Klarifikasi Kemenkes

FOTO: AFP ISOLASI: Petugas medis mengenakan pakaian pelindung untuk membantu menghentikan penyebaran virus Corona mematikan yang dimulai di Kota Wuhan.
FOTO: AFP ISOLASI: Petugas medis mengenakan pakaian pelindung untuk membantu menghentikan penyebaran virus Corona mematikan yang dimulai di Kota Wuhan.
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA,- Pintu masuk Indonesia dari Singapura salah satunya bisa melalui Batam, Kepulauan Riau. Pengetatan pintu masuk tersebut sudah dilakukan Kementerian Kesehatan menyusul wabah virus Korona jenis baru dari Wuhan, Tiongkok, sudah menyebar dari manusia ke manusia di Singapura.

Meski begitu, Kemenkes membantah adanya kabar yang menyebutkan 6 orang suspect virus Korona dari Singapura masuk ke Indonesia lewat jalur Batam.

Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto menjelaskan 6 orang tersebut bukan suspect. Protokol Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa suspect tidak boleh melakukan perjalanan lintas negara.

“Suspect adalah orang yang sakit dan sedang menunggu hasil tes. Sehingga 6 orang tersebut tidak mungkin dalam status suspect,” kata Yurianto kepada wartawan dalam pesan singkatnya, Minggu (9/11).

Tim Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan Dinkes Tanjungpinang telah menemui 6 orang tersebut. Semua orang atau pelaku perjalanan yang disebut dalam laporan tersebut dapat ditemui, dianamnesis dan diperiksa. “Hasil pemeriksaan tidak menunjukkan demam dan tidak sesak nafas,” jelasnya.

Sebelumnya Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes menjelaskan pihaknya sudah membatasi pintu-pintu penerbangan atau pelabuhan. Sebab virus tersebut sudah menular dari manusia ke manusia.

Kemenkes terus memantau pergerakan dari orang per orang dari Singapura, termasuk lewat jalur laut seperti kapal feri. Salah satunya bandara dan pelabuhan, mengingat transit dari Singapura ke Batam jaraknya sangat dekat. Bahkan di pelabuhan saja, awak kapal dari Tiongkok pun tak boleh turun menurunkan barang-barang. (jp/jm)

  • Dipublish : 10 Februari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami