Kabut Asap Karhutla Makin Parah

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera, terutama di Provinsi Riau makin parah. Dampaknya puluhan ribu warga mengalami inspeksi saluran pernafasan akut (ISPA).

Staf Analisa BMKG Stasiun Pekanbaru, Bibin Sulianto dalam keterangannya, Jumat (12/9) mengatakan, Asap semakin pekat membuat jarak pandang semakin terbatas. Di sejumlah daerah jarak pandang hanya berkisar 200 hingga 400 meter.

Jarak pandang paling buruk pada Jumat pagi di Kabupaten Pelalawan hanya 200 meter, katanya.

Dijelaskannya, jarak pandang semakin menurun pada pagi hari. Di Kota Pekanbaru jarak pandang hanya 300 meter, begitu juga di Rengat Kabupaten Indragiri Hulu sekitar 300 meter dan Kota Dumai hanya 400 meter.

Namun, pada siang harinya jarak pandang di Pekanbaru mulai membaik hingga 800 meter. Sementara Pelalawan masih di angka 300 meter, Kota Dumai dan Rengat dikisaran 400 dan 300 meter.

Ia mengatakan pekatnya kabut asap disebabkan Karhutla masih ada di Riau dan provinsi tetangga yang berada di bagian selatan Sumatera. Kondisi angin yang berhembus dari tenggara hingga selatan membawa polutan jerebu ke Riau. Jerebu menumpuk di daerah Riau karena hembusan angin cenderung lambat.

Kecepatan angin di Riau sendiri tergolong lambat, hanya 5 knot atau 10 kilometer per jam, katanya.

Berdasarkan data BMKG Stasiun Pekanbaru, pada Jumat pagi pukul 06.00 WIB terpantau ada 1.319 titik panas (hotspot) yang jadi indikasi awak Karhutla di Pulau Sumatera. Titik panas paling banyak di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yakni 537 titik, kemudian Jambi 440 titik, dan Riau sendiri ada 239 titik panas.

Khusus di Riau, titik panas paling banyak di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ada 127 titik, Indragiri Hulu (Inhu) 31 titik, Pelalawan 30 titik, Rokan Hilir (Rohil) 18 titik, Kuansing dan Kampar masing-masing 11 titik, Bengkalis 7 titik, Siak 3 titik dan Kota Dumai ada satu titik.

Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Sumatera, Amral Fery, mengatakan penghitungan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) rata-rata menunjukkan angka 300 dan masuk kategori berbahaya. P3E yang merupakan badan di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menghitung nilai ISPU setiap 24 jam.

Amral Fery mengungkapkan penghitungan ISPU di dua alat di titik Tenayan Raya dan pusat kota Pekanbaru menunjukkan angka 188 dan 123, atau masuk kategori tidak sehat. Sementara itu, di daerah lain ISPU menunjukkan angka di atas 300 atau kategori berbahaya.

Alat pengukur ISPU yang menunjukkan angka kategori berbahaya antara lain di daerah Rumbai, Kota Pekanbaru. Kemudian di daerah Minas Kabupaten Siak, daerah Petapahan di Kabupaten Kampar, Kota Dumai, daerah Bangko dan Libo di Kabupaten Rokan Hilir, serta di daerah Duri Kabupaten Bengkalis.

Di Pekanbaru sendiri, daerah Tenayan Raya dan pusat kota kategori tidak sehat. Tapi di daerah Rumbai sudah berbahaya, ISPU warna hitam, katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Nazir menyebutkan akibat kabut asap karhutla sebanyak 39.277 warga di Provinsi Riau menderita ISPA.

Asap mulai pekat pada akhir Juli dan mulai Agustus jumlah pasien ISPA meningkat, katanya.

Dikatakannya, penderita ISPA meningkat dibandingkan Juli yaitu 27.563 orang, menjadi 29.346 orang pada Agustus dan hingga 11 September jumlahnya mencapai 9.931 orang.

Mimi menjelaskan, penderita ISPA selama bulan Agustus paling banyak di Kota Pekanbaru yakni lebih dari 7.377 orang. Kemudian di Kabupaten Kampar ada sekitar 4.152 orang, Siak 4.616 orang dan Kota Dumai ada 3.932 pasien.

Ia mengatakan seluruh Puskesmas di 12 kabupaten/kota sudah disiagakan sebagai posko untuk menangani masyarakat yang terpapar asap Karhutla. Warga tidak dipungut biaya untuk berobat ke Puskesmas, katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution menyatakan pihaknya sudah merespon dengan cepat untuk mengantisipasi dampak kabut asap Karhutla. Selain meliburkan sekolah sejak awal pekan ini, Pemprov Riau melalui Dinas Kesehatan juga sudah mendistribusikan masker kepada masyarakat dan daerah-daerah yang dilanda kabut asap.

Sudah ada 600 ribu masker yang dibagikan, katanya.

(gw/fin)

 

Sumber: fin.co.id

  • Dipublish : 14 September 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami