Kadinkes Sulsel Tegaskan Tidak Ada Upaya Manipulasi Data Covid-19

Dr.Ichsan Mustari Kepala DInas Kesehatan Sulsel (foto: Erwin Basyir - Jaringan Media)
Dr.Ichsan Mustari Kepala DInas Kesehatan Sulsel (foto: Erwin Basyir - Jaringan Media)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jaringanmedia.co.id, MAKASSAR–  Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan dr. Ichsan Mustari menegaskan tidak ada upaya manipulasi data Covid-19 di Sulsel.

Menurut dr. Ichsan, data yang kelihatannya lebih banyak terjadi karena pasien covid yang datang control kesehatan biasanya menjalani tes dua hingga tiga kali.

“hasil pemeriksaan lab yang positif itu ada dua, yang pertama kali diperiksa dan yang kontrol. Nah yang kontrol ini, ada karena untuk mengetahui pasien tersebut sudah sembuh atau belum dihari ke 10 sampai 14. Biasanya dilakukan tes dua kali untuk setiap pasien positif, bahhkan ada yang sampai tiga kalikan.  Sehingga terkumpullah dalam data itu dan kelihatan lebih banyak,” katanya.

BACA JUGA: Kasus Baru Covid-19 Indonesia Posisi Ketiga Dunia

Ia menjelaskan data pasien positif Covid-19 yang dirilis adalah data hasil  pemeriksaan lab yang  pertama. Data tersebut yang dirilis satgas covid sulsel  tidak diambil langsung dari data dari laboratorium melainkan dari data (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan) Litbankes Kementerian Kesehatan menggunakan aplikasi NAR (New AllRecord).

“Kami sekarang dengan sistem yang namanya NAR, kita mengambilnya dari Litbankes hasil pemeriksaan dari atau data yang dikirim oleh laboratorium ke Litbangkes. Jadi kita tidak mengumpulkan lagi data-data hasil dari laboratorium kemudian kita kompilasi kemudian kirim ke pusat. Sekarang laboratoriun langsung ke pusat. Provinsi dapatnya data dari pusat. Jadi sangat berbeda,” jelasnya.

BACA JUGA: Hoax Organ Tubuh Jenazah Covid-19 Diambil Tanpa Pemberitahuan

Ia menegaskan tidak ada manipulasi data karena semua berbasis sitem dari pusat hingga daerah.

“Jika disebut ada yang manipulasi data saya kira tidak mungkin. Karena data nasional yang dipakai bukan hanya Sulselkan,  tetapi provinsi lain,” tegasnya.

Selain itu, dr. Ichsan menjelaskan ada perbedaan data karena waktu rilis berbeda. Pemerintah pusat rilis data setiap jam 1 siang sedangkan hasil pemeriksaan laboratoriam tidak memilik waktu rilis.

“Kedua perbedaan ini bisa terjadi karena waktu rilisnya. Waktu rilis dibuat pusat itu jam 1 siang. Itu yang kita gunakan.  Sementara data yang disampaikan oleh Prof Idrus itu adalah data hasil pemeriksaan laboratorium yang bahkan sampai malam.  Jadi bisa berbeda nantinya,  jadi dua hal yang berbeda di situ,” jelasnya.

BACA JUGA: Varian Delta Ganas, Tapi Tenang, Bisa Ditangkal Jika…

Ia kembali menegaskan tidak ada niat Pemprov Sulsel dalam mengurangi atau menambah data Covid-19, Dirilisnya data agar masyarakat mengetahui bahwa pasien bertambah dan berkurang.

“Jadi kalau kita mau sandingkan sebenarnya kita harus melihat by name by address. Akan kelihatan bahwa data itu tidak ada yang dikurangi atau ditambahkan. Saya kira tidak ada niat provinsi dan kabupaten/kota mengurangi angka atau menambah data tersebut.  Kami merilisnya lebih bagaimana agar semua kita bisa tahu bahwa pasien bertambah atau berkurang,” katanya.

Ia berharap  mari kita mendorong masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan.

“Lebih penting bagi kami sebenarnya bagaimana kita semua saling mendorong dan setiap orang menjalankan protokol kesehatan saya kira itu lebih penting,” ungkapnya. (erbas/jm)

  • Dipublish : 7 Juli 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami