Kadisperindag Menyayangkan Pemberian izin Toko Bintang Tetap Buka saat PSBB Berlangsung

rpt
rpt
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

MAKASSAR — Sudah berkali-kali Toko Bintang ditutup paksa oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Makassar di tengah pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Diketahui sebelumnya, dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) toko yang diperbolehkan beroperasi hanya toko yang menjual bahan pokok dan penyedia alat kesehatan. Toko Bintang tidak masuk di antaranya karena hanya menjual aksesoris handphone.

Namun, Toko Bintang yang selama ini beroperasi, belakangan diketahui telah mendapat izin dari posko induk Covid-19 Kota Makassar.

“Apa yang dirasakan Satpol PP ke Toko Bintang juga kami rasakan, kami ke Toko Bintang dia mengantongi surat untuk tetap buka dengan berbagai persyaratan,” ungkap Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar, Andi Muhammad Yasir, Sabtu (25/4/2020).

“Apa yang dirasakan Pak Kasatpol PP juga kami rasakan, alangkah malunya kami ketika kami pergi menegur ternyata mereka mengantongi surat (izin),” katanya melanjutkan.

Dia menyayangkan pemberian izin tersebut. Dikarenakan Toko Bintang tidak menjual bahan pokok ataupun alat kesehatan.

“Padahal kami sudah sepakati di luar bahan makanan, apotek, toko tani, dan lain sebagainya itu tidak bisa tetapi kenapa dari posko induk memberikan surat keleluasaan kepada Toko Bintang,” kata Yasir.

Padahal Toko Bintang diketahui bersama inilah salah satu toko di Makassar yang selalu ramai, bisa saja berpotensi menyebarkan covid-19.

Bukan hanya itu, kata Yasir, Di depan ada yang ditutup, Toko Alaska, pihak toko Alaska mempertanyakan kenapa toko ya ditutup baru di depan tidak (Toko Bintang).

“Kalau tidak salah ada juga beberapa bengkel yang diberikan ini perlu menjadi catatan kita bersama mengenai penegakan hukum saya sampaikan kepada saudara saya Pak Bukti Djufrie, dan Pak Kasatpol PP,” ungkapnya.

Menurut Yasir, semua yang perlu dibenahi, mumpung masih dua hari berjalan, masih ada beberapa waktu lagi untuk memperbaiki. “Pemerintah perlu kepercayaan dari masyarakat,” tutupnya. (fajar)

  • Dipublish : 26 April 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami