KANIT Provost POLSEK Tlogowungu Kena Bacok Dikepala

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Aiptu Kosrin, Kepala Unit (Kanit) Provost Polsek Tlogowungu, Pati, Jawa Tengah, diserang oleh Muhammad Purwadi (35), Selasa (27/8) sekitar pukul 09.30 wib. Penyerangan dengan senjata tajam tersebut dilakukan di kantor Polsek Tlogowungu.

“Polanya sama seperti peristiwa di Wonokromo, pelaku penyerangan ini awalnya berpura-pura membuat pengaduan. Namun, tiba-tiba pelaku mengeluarkan parang dan menyerang beberapa anggota Polsek Tlogowungu dan korban,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Selasa (27/8).

Menurut Dedi, akibat peristiwa itu korban mengalami luka di bagian kepala. Tapi dipastikan, kondisinya dinyatakan stabil.

“Luka robek di bagian kepala sepanjang 5 cm akibat sabetan senjata tajam. Kondisinya stabil, dalam perawatan di RSU Soewondo,” terang Jenderal bintang satu tersebut.

Sementara untuk pelaku penyerangan berhasil diamankan aparat. Pelaku juga dibawa juga ke RSU Soewondo untuk perawatan medis, setelah sempat mendapatkan pukulan berkali-kali daeri anggota lain yang membantu mengamankannya di lokasi.

Terpisah, Kapolda Jawa Tengah Irjen Rycko Amelza Dahniel menegaskan penyerangan anggota Polsek Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jateng, oleh warga sekitar bukanlah serangan teror yang terkait jaringan tertentu. Tapi serangan oleh warga yang diduga mengalami gangguan jiwa.

“Dugaan tersangka mengalami gangguan jiwa diperkuat dengan surat keterangan dari dokter tahun 2014 yang menyebutkan bahwa pelaku menderita gangguan jiwa,” ujarnya.

Rycko mengatakan kepala desa, orangtua serta modin dari Desa Regaloh, Kecamatan Tlogowungu, juga membenarkan bahwa Muhammad Purwadi sejak 2013 mengalami tanda-tanda gangguan jiwa.

Gangguan jiwa tersebut, semakin menjadi setelah berpisah dengan istri dan 2014 juga sempat dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Semarang.

“Ketika kambuh, melakukan penyerangan dan penyerangan kali ini bukan pertama kali karena sebelumnya kepala desa dan modin juga diserang,” ujarnya.

Sebelumnya, kata Rycko, pelaku pernah bekerja ke Papua dan Jambi sebelum akhirnya menikah dan memiliki anak.

Untuk memastikan bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa, katanya, tim dokter juga akan melakukan pemeriksaan secara medis.

Sementara Polres bersama Pemkab Kudus akan mengirim ke rumah sakit jiwa untuk dilakukan pengobatan.

Ia menegaskan bahwa kasus serangan tersebut bukanlah serangan teror dan belum menemukan jaringannya. Serangan tersebut juga diyakini tak ada kaitannya dengan serangan terhadap seorang petugas Polsek Wonokromo, Jawa Timur, mengingat surat keterangan mengalami gangguan jiwa dikeluarkan dokter pada tahun 2014.

Terkait motif penyerangannya, kata dia, akan didalami karena ketika mendengar suara yang keras, merasa terganggu atau tidak dihargai akan melakukan penyerangan.

Adapun kronologi kejadiannya, berawal ketika tersangka bernama Muhammad Purwadi, warga Desa Regaloh, Kecamatan Tlogowungu, Pati, Selasa (27/8) pukul 09.30 WIB datang ke Polsek Tlogowungu untuk mendapatkan pelayanan dari kepolisian terkait kehilangan KTP.

Ketika petugas melayani warga lain, tersangka diminta menunggu kemudian tiba-tiba mengeluarkan bendo dari dalam baju yang dikenakan kemudian menyerang salah satu anggota Polsek bernama Aiptu Kosrin.

Melihat serangan tersebut, anggota kepolisian yang lain mencoba melumpuhkan pelaku karena ketika diminta melepas bendonya tidak bersedia, sehingga terpaksa diborgol.

Selain membawa bendo, pelaku juga membawa tiga buah pisau lipat yang ditemukan di dompetnya. (fin)

 

Sumber: fin.co.id

  • Dipublish : 28 Agustus 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami