Kapal Bulk Carrier KM Kayu Eboni Dilelang Kejaksaan Senilai Rp 42,3 Miliar

Ilustrasi
Ilustrasi
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Kapal Bulk Carrier KM Kayu Eboni yang merupakan barang hasil rampasan terkait kasus korupsi pemberian kredit dari PT PANN kepada PT Meranti Maritime, akan dilelang oleh Kejaksaan Agung. Lelang tersebut melalui Pusat Pemulihan Aset (PPA), Jumat (29/11) hari ini.

Pelelangan dilakukan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Serang, Banten. Kapal Kapal Bulk Carier KM Kayu Eboni berkaitan dengan terpidana Direktur Utama PT Meranti Maritime, Henry Djuhari yang perkara sudah inkracht (berkekuatan hukum tetap, Red).

Kepala PPA Kejaksaan Agung, Agnes Triani mengatakan pihaknya melelang kapal yang memiliki panjang 225 meter serta berat 39.385 ton dan kini berada di perairan Bojonegara, Serang. “Kapal yang dilelang berasal dari kasus korupsi yang berdasarkan putusan pengadilan dirampas untuk negara,” kata Agnes di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (28/11).

Dia menjelaskan rencana lelang sebelumnya sudah diumumkan secara terbuka untuk umum. Sesuai ketentuan peserta lelang harus menyerahkan uang jaminan sebesar Rp21 miliar dari harga limit yang dibuka dengan sebesar Rp42 miliar. “Kami berikan syarat ketat peserta lelang harus menyerahkan uang jaminan separuh dari harga limit. Ini untuk menunjukan keseriusan mengikuti lelang yang hasilnya akan dimasukkan ke kas negara,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemulihan Aset Nasional pada PPA, Danang Suryo Wibowo mengatakan pemenang lelang adalah penawar tertinggi di atas harga limit Rp 42 miliar. Selanjutnya pemenang diwajibkan melunasi sisa kekurangan dari uang jaminan yang telah diberikan. “Jika tidak dilunasi dalam waktu yang telah ditentukan, otomatis kemenangannya batal. Uang jaminannya juga hangus dan masuk kas negara. Sebaliknya peserta yang kalah jaminan akan dikembalikan utuh,” paparnya.

Sejauh ini, tambahnya, peserta lelang yang menunjukan keseriusannya mengikuti lelang berjumlah tiga orang. Mereka sudah menyerahkan uang jaminan Rp21 miliar. Untuk mekanisme lelang dilakukan tanpa kehadiran peserta lelang. “Jadi peserta lelang nantinya mengikuti penawaran lelang secara terbuka melalui surat elektronik atau e-Auction Open Bidding,” terangnya.

Diketahui kasus korupsi pemberian kredit dari PT PANN kepada PT Meranti Maritime sudah berkekuatan hukum tetap atau inkracht berdasarkan putusan Pengadilan Tipikor Jakarta Jakarta Nomor : 92 / PID.SUS / TPK / 2017 / PN.JKT.PST tangal 23 November 2017.

Dalam kasus tersebut terpidana Henry Djuhari dihukum dua tahun delapan bulan penjara dan denda Rp 100 juta subsider. Selain itu, Henry juga harus membayar uang pengganti sebesar USD 19 juta dan Rp 21 juta. Sedangkan dari PT PANN yaitu Ibra Widianto mantan Kepala Divisi Usaha atau Direktur Operasional PT. PANN (Persero) dihukum dua tahun penjara.

(fin)

  • Dipublish : 29 November 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami