Kapal Isolasi Covid, Pengantaran Obat Pakai Drone

Walikota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto dan Wakil Walikota Makassar Fatmawati saat meninjau kesiapan kapal isoman pasien covid-19 beberapa waktu lalu. (foto: IG @dpramdhanpomanto)
Walikota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto dan Wakil Walikota Makassar Fatmawati saat meninjau kesiapan kapal isoman pasien covid-19 beberapa waktu lalu. (foto: IG @dpramdhanpomanto)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id, MAKASSAR — Mobilitas orang ke kapal isolasi KM Umsini sangat selektif. Pengantaran obat untuk pasien pun akan menggunakan drone.

KM Umsini yang digunakan sebagai fasilitas isolasi apung berlabuh di laut sekitar Pelabuhan Makassar selama enam hari. Jadwal ini merupakan satu siklus isolasi mandiri. Setelah enam hari, kapal kembali disandarkan di dermaga Pelabuhan Soekarno Hatta. Proses evaluasi setiap 30 hari.

Suami Indira Jusuf Ismail itu mengutarakan, pengantaran obat yang menggunakan drone untuk mengurangi mobilitas orang dari luar.

Kata pria yang akrab disapa Danny itu, proses perampungan fasilitas isolasi di atas kapal sudah 90 persen. Saat ini telah masuk proses pendataan warga terkonfirmasi positif. Pendaftaran dilakukan oleh Diskominfo dan lurah-lurah.

Pemkot juga sudah koordinasi dengan pihak Pelni untuk biaya sewa kapal. Awalnya, Pelni menawarkan biaya Rp175 ribu per orang per enam hari. Namun, pemerintah sudah meminta Rp100 ribu per orang untuk semua kamar sekali naik.

“Warga yang kita naikkan (di kapal isolasi) usia 40 tahun ke bawah atau usia produktif tanpa penyakit penyerta. Sejauh ini belum ada karena besok (Rabu–red) dimulai. Harus didaftarkan dulu,” katanya.

Kelompok rentan yang terkonfirmasi positif, seperti lanjut usia (lansia), anak-anak, dan ibu hamil, tidak dinaikan di kapal isolasi. Mereka sudah disiapkan tempat khusus, di antaranya Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) dan Asrama Haji.

Pria berkacamata itu menyampaikan, BBLK disiapkan khusus untuk tenaga kesehatan (nakes) dan keluarga yang terkonfirmasi positif. Ada sekitar 80 kamar. Sementara Asrama Haji itu untuk lansia, anak-anak, dan ibu hamil. “Kita sudah koordinasi dengan provinsi dan semua siap,” bebernya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Makassar, Hadijah Iriani R, proses isolasi apung saat ini dalam proses pendataan.”Terutama pendataan yang saat ini terkonfirmasi positif dan sedang isolasi mandiri, tetapi tempat tinggalnya tidak layak. Akan didata langsung oleh lurah,” katanya.

Hingga Minggu malam, 25 Juli, kasus terkonfirmasi aktif di Makassar sebanyak 3.665 orang. Sekitar 75 persen di antaranya melakukan isolasi mandiri. (fajar/jm)

  • Dipublish : 27 Juli 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami