Kapan Pemprov Sulsel Masif Swab Test? Tim Laboratorium RSLB Siap Memotori

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

MAKASSAR — Tim Laboratorium RS Labuang Baji (RSLB) Makassar siap ditugaskan jika Pemerintah Provinsi Sulsel atau Pemerintah Kota Makassar membentuk tim swab yang bertugas khusus untuk mengambil sampel swab sasaran dalam test secara masif.

Tenaga Spesialis Patologi Klinik laboratorium divisi mikrobiologi dan biologi molekuler RSLB, Dr. Nursin Sp.PK mengklaim memiliki tim handal, tenaga berkompeten dan sudah teruji terkait dengan swab tersebut.

“Kami ada 8 orang. Kami siap kalau memang dibutuhkan. Soal tenaga, kami punya tenaga yang kompeten, apalagi kalau cuma swab. Ada banyak alternatif kalo butuh tenaga swab,” tegas Dr Nursin kepada fajar.co.idSenin (25/5/2020).

Dr Nursin kembali menegaskan jika memang pemerintah atau Gugus Covid-19 akan menggelar tes masif maka pihaknya akan merekrut tenaga swab tambahan sesuai kebutuhan yang ada. Ia juga siap melatih tenaga tambahan tersebut sampai betul-betul handal melakukan tes swab.

Kendala paling krusial jika berencana melakukan ts masif, lanjut Dr Nursin, adalah stok Alat Pelindung Diri (APD) yang sangat terbatas.

“Perlu diketahui bahwa pengambilan swab itu, berhadapan langsung dengan sarang virus, dimana TKP virus ada di nasofaring, dan saat swab, potensi batuk dan bersin bisa ada, sementara petugas berjarak 1/2 meter dari muka pasien,” ujarnya lugas.

Artinya apa? Hal ini bukan lagi sekedar potensi penularan droplet tapi berubah menjadi aerosol yang tentunya tidak ada tawar menawar bahwa tenaga pelaksana swab harusnya satu kali pakai buang masker.

“Tapi kenyataan selama ini, pakai berulang (reused) karena langkanya N95,” beber Dr Nursin.

Selain itu, pihaknya juga mendorong pemerintah untuk mengoptimalisasi diagnostik PCR, jika perlu tambah lagi alatnya bukan hanya menyediakan alat PCR-nya tapi juga alat ekstraksi yang automatik agar hasil ekstraksinya lebih cepat dengan volume besar dan relatif lebih aman bagi petugas laboratorium yang mengerjakan.

“Selain itu data tenaga siap pakai di seluruh fasyankes, kalau perlu bikin mobile swab dan atau PCR sekalian kalau memang mau masif,” jelas Dr Nursin.

Dr Nursin yang juga merupakan Sekretaris Tim Covid-19 RSLB itu menerangkan agar tim diagnostik lebih terkoordinasi seharusnya juga dibuat dalam satu sistem managemen lab terpadu agar, jika disatu tempat tertumpuk bisa dialihkan ke tempat lain yang lebih kurang menerima sampel. Sehingga tidak menumpuk menunggu antrian untuk PCR.

Pejuang kemanusiaan ini juga menyayangkan selama penanganan Covid-19, laboratorium seolah terabaikan. Yang terparah adalah sarana dan prasarana yang tidak memadai sehingga menghambat sistem kerja para petugas Lab.

“Lab terabaikan, kami mau berbuat, tapi sarana prasarana tidak memadai. Saya percaya jika sarana prasarana memadai hasil swab bisa keluar di hari yang sama, tergantung metode PCR yang dipilih,” akunya.

Dr Nursin menekankan, jika promotif dan preventif bagus, kuratif akan terbantu dan bisa lebih ringan, karena akan bisa terdeteksi lebih awal semua kasus yang masih belum terjangkau karena keterbatasan alat deteksi.

Diberitakan sebelumnya, kasus virus corona di Sulsel kembali bertambah per tanggal 25 Mei 2020. Berdasarkan data laporan media harian Covid-19 pusat, kasus positif Corona di Sulsel bertambah 23. Angka kematian pun bertambah tiga orang,begitu juga angka kesembuhan dengan enam kasus.

Sehingga total positif virus Corona di Sulsel menjadi 1.319. Sementara kasus kematian total berjumlah 66. Kemudian jumlah orang yang sembuh total 462. (endra/fajar)

  • Dipublish : 26 Mei 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami