Kapolda Papua Apresiasi Kembalinya Anggota NRFPB ke NKRI

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri. (Evarukdijati/Antara)
Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri. (Evarukdijati/Antara)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jaringanmedia.co.id – Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri mengapresiasi anggota Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB) wilayah Nabire yakni Alek Hamberi kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

”Saya selaku Kapolda Papua mengapresiasi kembalinya Alek ke pangkuan ibu pertiwi dan berharap akan diikuti dengan anggota yang lain,” harap Irjen Pol Fakhiri seperti dilansir dari Antara di Jayapura, Jumat (7/5).

Kapolda Papua menyatakan, NRFPB merupakan salah satu organisasi yang ingin memisahkan diri dari NKRI. NRFPB dideklarasikan sebagai hasil KRP-III di Jayapura yang berlangsung pada Oktober 2011 digagas Forkorus Yaboisembut.

Selain NRFPB tercatat organisasi lain yakni KNPB dan ULMWP, bertujuan agar Papua Merdeka, organisasi tersebut melanggar hukum, sehingga jika muncul gerakan tambahan akan ditindak tegas.

”Saat deklarasi tersebut dilaksanakan saya menjabat sebagai Kapolres Jayapura sehingga mengetahui peristiwa tersebut,” tegas Irjen Pol Fakhiri.

Dia menambahkan dari laporan yang diterima, aksi Alek Hamberi dilakukan Kamis lalu (6/5) di Kampung Sima, Distrik Yaur, Kabupaten Nabire.

Sebelumnya 17 Maret lalu, Noki Orarei anggota KKB di Serui juga menyatakan diri kembali ke NKRI. Kemudian pada 26 April, tercatat lima anggota KKB kembali menyerahkan diri dan kini berbaur bersama warga.

Sementara itu, Wakapolda Papua Brigjen Eko Rudi Sudarto mengajak generasi milenial di Bumi Cenderawasih untuk meningkatkan nasionalisme guna menjadi agen pembangunan. ”Banyak agen pembangunan dapat ditemukan di tengah generasi milenial yang bersemangat,” kata Eko.

Menurut Wakapolda, para agen pembangunan diharapkan dapat mengembangkan Papua ke depannya. ”Masa depan Papua akan tumbuh berkembang dengan bonus demografi dan para agen pembangunan ini,” ujar Eko.

Dia menjelaskan, kembalinya Papua ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan salah satu bagian dari nasionalisme. ”Melihat dinamika dan semangat generasi muda kini diyakini para agen pembangunan ini dapat berkembang,” papar Eko.

Dia menambahkan TNI dan Polri merupakan institusi yang secara terstruktur kuat dari atas di lingkup nasional hingga lingkup terkecil. ”TNI dan Polri satu kata dari atas, amankan setiap situasi event nasional, daerah dan program pembangunan dengan satu visi,” ujar Eko. (Jpg/jm)

  • Dipublish : 8 Mei 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami