Kapolda Sulteng Bermalam di Hutan, Pimpin Pengejaran Sisa Teroris Poso

Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) Irjen Abdul Rakhman Baso berbincang dengan anggota Satgas Madago Raya. Foto: Dok Humas Polri
Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) Irjen Abdul Rakhman Baso berbincang dengan anggota Satgas Madago Raya. Foto: Dok Humas Polri
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id, POSO – Satgas Madago Raya terus memburu enam buronan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora. Proses pengejaran tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) Irjen Abdul Rakhman Baso sekaligus penanggung jawab Satgas Madago Raya.

Bersama beberapa pejabat Satgas Madago Raya, Irjen Rakhman Baso bertolak dari Poskotis Tokorondo Poso menuju wilayah Poso Pesisir Selatan dan Kabupaten Sigi, Rabu (21/7).

Wakasatgas Humas Madago Raya AKBP Bronto Budiyono mengatakan, setidaknya ada delapan pos sekat, poskotis, dan pos pamrahwan (pos pengamanan daerah rawan) yang dikunjungi rombongan Kapolda Sulteng.

“Kapolda Sulteng selaku penanggung jawab kebijakan operasi (PJKO) Satgas Madago Raya tidak ingin berlama-lama menuntaskan pencarian sisa DPO teroris Poso,” kata AKBP Bronto dalam siaran persnya, Kamis (22/7).

Menurut Bronto, patroli skala besar dikerahkan untuk mempersempit ruang gerak DPO teroris Poso dan mencegah para simpatisan yang ingin memberikan dukungan logistik atau bahan makanan.

“Selain itu, pasukan yang berada di pos perlu diberikan motivasi, suplai logistik, dan bahan makanan agar lebih bersemangat dalam bertugas,” ucapnya. Bronto menuturkan, pada hari pertama penyisiran, rombongan Kapolda Sulteng bergerak dari Poso Pesisir ke Poso Pesisir Selatan hingga ke Lore Utara atau Napu.

Di sana, jenderal bintang dua itu menyempatkan diri untuk bermalam di Poskotis IV Napu yang ada di hutan. Besok paginya jenderal bintang dua kelahiran Ujung Pandang itu bergerak menuju wilayah Kabupaten Sigi.

“Kapolda Sulteng mengimbau agar sisa DPO teroris Poso (pimpinan Ali Kalora) segera menyerahkan diri, selanjutnya diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku dan kembali ke pangkuan NKRI,” pungkas Bronto. (jpnn/jm)

  • Dipublish : 22 Juli 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami