Kapolres Enrekang Beberkan Hasil Tangkapan Razia Balap Liar

foto: Humas Polres Enrekang
foto: Humas Polres Enrekang
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

ENREKANG – Polres Enrekang merilis hasil razia balap liar yang digelar di wilayah hukum Polres Enrekang.  Sebanyak 18 unit kendaraan roda dua berhasil diamankan.

“Kami infini memberikan rasa aman, nyaman dan rasa tentram kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Enrekang pada bulan Ramadhan salah satu nya dengan  razia balap liar yang cukup meresahkan”, ungkap Kapolres Enrekang AKBP Dr. Andi Sinjaya, SH,S.IK,MH, Selasa (20/4/2021).

Melihat pengalaman sebelumnya, setiap tahun selalu terjadi peningkatan balap liar yang dilakukan pemuda asal Enrekang dan sekitarnya.

“Balapan liar yang meresahkan warga Ini dilakukan dengan cara humanis, sistem yang kita gunakan dengan membuka dan menutup jalur tersebut sehingga kita berhasil mengamankan 18 kendaraan roda dua yang sedang sekarang di amankan di Mapolres Enrekang ,” katanya.

BACA JUGA: thr asn berpotensi berkurang 

“Tim anti penyakit masyarakat Polres Enrekang dan Polsek jajaran melaksanakan rasia balapan liar dilokasi-lokasi berbeda diantaranya di Kecamatan Masalle sebanyak 15 unit sepeda motor, Kecamatan Enrekang sebanyak 2 unit sepeda motor dan Kecamatan cendana 1 unit sepeda motor” Jelasnya

Ia menambahkan kendaraan roda dua yang diamankan ini akan di kembalikan setelah ramadhan dengan catatan melengkapi kendaraan bermotor atau mengembalikan seperti standar serta membawah surat-surat kendaraan.

BACA JUGA:  kpid sulsel adukan televisi kabel tak berizin ke kapolda

adapun pasal yang kami kenakan yakni pasal 297 UU No.22 tahun 2009 tentang LLAJ, Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor berbalapan di jalan sebagaimana di maksud dalam pasal 115 huruf b di pidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp. 3.000.000 (Tiga juta rupiah).

Selain pelanggaran balapan liar kami juga mendata beberapa pelanggaran diantaranya 8 unit sepeda motor tidak di pasangi tanda nomor kendaraan yang dapat di pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling sebanyak Rp. 500.000 (pasal 280).

Serta sebanyak 9 unit sepeda motor yang tidak memenuhi persyaratan seperti spion, lampu utama, lampu rem, klakson, pengukur kecepatan dan knalpot dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp. 250.000 (pasal 285 ayat 1). (jm/rls)

  • Dipublish : 21 April 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami