Kapolri Copot Kapolda Sultra, Riau dan Papua

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Tiga Kapolda yang daerahnya mengalami masalah dicopot Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Ketiganya adalah Kapolda Papua Irjen Rudolf A Rodja, Kapolda Riau Irjen Widodo Eko Prihastopo, dan Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra) Brigjen Irianto.

Mutasi jabatan tersebut tertuang dalam surat telegram Kapolri Nomor: ST/2569/IX/KEP/2019 ter tanggal Jumat (27/9/2019). Surat itu ditandatangani AS SDM Kapolri Irjen Eko Indra Heri S.

Posisi Kapolda Papua yang dijabat Irjen Rudolf A Rodja diganti oleh Irjen Paulus Waterpau. Rudolf dimutasi menjadi Analisa Kebijakan Utama Bidang Sabhara Baharkam Polri.

Sementara Kapolda Riau Irjen Widodo Eko Prihastopo dimutasi menjadi Pati Baintelkam, penugasan di BIN. Posisinya kemudian diisi oleh Irjen Agung Setya Imam Effendi.

Sedangkan Kapolda Sultra Brigjen Irianto dimutasi jadi Irwil III Itwasum Polri. Kapolda Sultra kemudian dijabat Brigjen Merdisyam.

Untuk diketahui, tiga daerah tersebut tengah menjadi sorotan publik. Papua dengan kerusuhan yang terus terjadi belakangan ini. Sementara di Sultra kasus tewasnya dua mahasiswa peserta demo yang diduga akibat peluru tajam. Sedangkan di Riau terkait dengan kebakaran hutan dan lahan (Kahutla).

Kapolri Jenderal Tito Karnavian pernah mengancam akan mencopot Kapolda hingga Kapolsek yang gagal mengatasi karhutla.

“Kalau seandainya di Polda dari penilai ada yang tidak terkendali dan tidak ada upaya maksimal apalagi penangkapan nggak ada, out. Mau Kapolda, Kapolres, Kapolsek, out. Tim sudah dibentuk dan bergerak mulai hari ini,” ujar Tito seusai rapat terbatas dengan Presiden Jokowi di Novotel Pekanbaru, Riau, Senin (16/9).

Sementara di Sulawesi Tenggara, protes muncul akibat kematian dua mahasiswa. Salah satu tuntutan massa yakni meminta Kapolda Sultra Brigjen Irianto dicopot.

“Kami bawa tiga tuntutan untuk Kapolri yaitu meminta Kapolda Sultra dicopot dari jabatannya, usut tuntas pelaku penembakan dan meminta pelaku dihukum seberat beratnya. Tuntutan ini kami harap bisa dibawa oleh Kapolda Sulteng agar sampai di Mabes Polri,” kata Hismawan Jasmin, Korlap Aksi massa IMM Palu saat orasi, Jumat (27/9).

Sedangkan di Papua, gelombang kericuhan terus terjadi. Teranyar kericuhan di Wamena yang menewaskan 30 orang.

“Data terakhir ada 30 jenazah dan sebagian besar sudah dikirim ke Jayapura,” kata Gubernur Papua Lukas Enembe di Wamena, Rabu (25/9).

Akan tetapi, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan mutasi tak terkait dengan masalah tersebut. Menurutnya, mutasi merupakan hal yang biasa.

“Mutasi ini adalah hal yang alami dalam organisasi Polri sebagai tour of duty and tour of area, penyegaran, promosi dan dalam rangka peningkatan performa kinerja organisasi menuju SDM unggul dan promoter,” kata Dedi.

(fin)

 

Sumber: fin.co.id

  • Dipublish : 28 September 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami