Kasihan, ABK Indonesia Banyak Terjebak Perbudakan Modern di Laut

Menaker Ida Fauziyah. (FOTO; Faisa R Syam/FIN)
Menaker Ida Fauziyah. (FOTO; Faisa R Syam/FIN)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah menyatakan, benar adanya anak buah kapal (ABK) Indonesia, khususnya awak kapal perikanan berbendera asing yang terjebak dalam situasi perbudakan modern di laut.

“Awak kapal Indonesia, khususnya awak kapal perikanan, seringkali mengalami berbagai masalah. Mereka terjebak situasi perbudakan modern di laut,” kata Ida, dalam diskusi daring di Jakarta, Rabu (14/4/2021).

Ida menyebutkan, masalah-masalah yang kerap dihadapi para ABK didominiasi diantaranya penipuan, penahanan gaji, kerja melebihi batas waktu, hingga kekerasan fisik dan seksual.

“Banyaknya kasus yang menimpa awak kapal Indonesia di kapal perikanan berbendera asing, perlu ada perbaikan tata kelola penempatan awak kapal,” ujarnya.

Ida mengklaim, bahwa pemerintah sejauh telah mengupayakan perbaikan, termasuk melalui penyelesaian aturan turunan dari UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) berupa peraturan pemerintah untuk penempatan dan perlindungan awak kapal niaga maupun perikanan yang bekerja di kapal berbendera asing.

“Prosesnya kita tunggu, (RPP perlindungan awak kapal) masih diajukan di Setneg,” imbuhnya.

Menurut Ida, evaluasi dan pembenahan mutlak dilakukan pada tahapan-tahapan tersebut agar dampak masalah yang ditimbulkan saat ABK bekerja di atas kapal bisa ditekan secara signifikan.

“Pembenahan ini perlu sinergi kementerian/lembaga guna mewujudkan tata kelola penempatan dan perlindungan awak kapal migran kita dengan lebih baik,” pungkasnya. (der/fin)

  • Dipublish : 15 April 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami