Kasus Baru 368 Ribu Perhari, India Disarankan Lockdown Nasional

Suasana New Delhi setelah pemerintah India memutuskan lockdown (The Straits Times
Suasana New Delhi setelah pemerintah India memutuskan lockdown (The Straits Times
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Jaringanmedia.co.id, JAKARTA – Total infeksi COVID-19 di India mencapai 19,93 juta kasus. Angka ini diperoleh setelah dalam 24 jam terakhir pada Senin (3/5) tercatat 368.147 kasus baru.

Sementara kasus kematian harian akibat COVID-19 sebanyak 3.417, sehingga totalnya menjadi 218.959. Angka kasus harian Covid-19 di India selalu berada di atas 300 ribu selama 12 hari berturut-turut.

Mengantisipasi tingginya lonjakan kasus COVID-19, ahli epidemiologi Universitas Michigan, Bhramar Mukherjee mengusulkan agar dilakukan lockdown atau penguncian nasional.

“Menurut pendapat saya, hanya perintah tinggal di rumah dan penguncian nasional serta menyatakan darurat medis yang akan membantu mengatasi krisis kesehatan saat ini,” ucapnya dilansir Malay Mail, Senin (3/5).

Hingga kini setidaknya ada 11 negara bagian dan wilayah persatuan di India telah memberlakukan beberapa bentuk pembatasan. Namun, pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi masih enggan memberlakukan lockdown nasional karena khawatir dampak ekonomi.

“Jumlah kasus aktif terus menumpuk, bukan hanya kasus baru harian. Bahkan angka yang dilaporkan menyebutkan da sekitar 3,5 juta kasus aktif (covid-19),” imbuhnya.

Senada diungkapkan pakar penyakit menular Amerika Serikat, Anthony Fauci. India harus melakukan lockdown nasional selama beberapa pekan ke depan.

“Saya pikir hal terpenting dalam waktu dekat adalah mendapatkan oksigen, mendapatkan persediaan, mendapatkan obat, mendapatkan Alat Pelindung Diri, hal-hal semacam itu. Namun, salah satu hal yang harus segera dilakukan adalah melakukan lockdown nasional,” katanya dilansir surat kabar Indian Express dan dikutip AFP.

Jika lockdown, India tidak perlu menutup pembatasan selama enam bulan. Menurut dia India bisa melakukan penguncian sementara untuk mengakhiri siklus penularan.

“Tidak ada yang suka mengunci negara. Namun jika Anda melakukannya hanya untuk beberapa pekan, Anda bisa memiliki dampak signifikan atas wabah ini,” ujarnya.(fin/jm)

  • Dipublish : 4 Mei 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami