Kasus Baru Banyak Ditemukan Lewat Tracing Kontak Erat Pasien Covid-19

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA– Pemerintah menargetkan pelacakan kontak (contact tracing) yang dilakukan untuk menemukan kasus baru pasien Covid-19. Tujuannya agar menemukan kasus baru untuk mencegah sumber penularan di masyarakat. Dari penelusuran kontak yang dilakukan, banyak kasus positif yang merupakan kasus kontak erat.

Dalam definisi baru yang tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan pada 13 Juli, kategori Kontak Erat adalah mereka yang memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi positif atau probable yang kemudian memenuhi kriteria kontak. Itu dilakukan secara kontak dekat tatap muka tanpa perlindungan, tanpa masker atau face shield dengan dengan kasus konfirmasi positif atau probable. Dan jaraknya hanya 1 meter dalam waktu 15 menit atau lebih.

Lalu Kontak Erat juga ditandai jika seseorang itu melakukan sentuhan fisik langsung dengan kasus konfirmasi positif atau probable. Misalnya bersalaman, pegangan tangan atau kontak dekat.

Lalu orang-orang yang memberikan perawatan langsung terhadap kasus probable atau konfirmasi positif tanpa masker atau APD yang memenuhi syarat. Kelompok ini harus mendapat perhatian khusus. Untuk menemukan periode kontak erat dihitung 2 hari hingga 14 hari setelah timbul gejala. Ini adalah periode untuk mengisolasi diri.

Kontak Erat harus melaksanakan isolasi pada 2 hari sebelum munculnya gejala dan 14 hari setelah timbulnya gejala.

“Banyak kasus kontak erat. Dari kasus inilah kami masif periksa dan testing dengan PCR. Beberapa di antaranya status kofirmasi positif namun tak menunjukkan gejala. Ini penting karena setiap kasus yang harus diisolasi ketat, kalau tidak maka ini jadi penularan baru,” ungkap Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto, Jumat (17/7).

Dengan upaya tracing agresif, kata dia, maka diharapkan orang tanpa gejala bisa ditemukan. Sehingga tidak menjadi sumber penularan.

“Maka mari ubah kebiasaan kita agar aman dari Covid-19. Sudah selalu kami sampaikan dalam protkol, mari jaga jarak. Mari biasakan pakai masker, biasakan cuci tangan dengan sabun dan air atau sanitizer, kita harus produktif fan aman,” tuturnya. (jp)

  • Dipublish : 18 Juli 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami