Kasus Covid-19 Meningkat, Kemenkes & BPOM Ajak Masyarakat Konsumsi Obat Herbal

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id – Plt Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes Arianti Anaya menuturkan seiring meningkatnya kasus Covid-19, makin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya mengonsumsi imunomodulator yang diproduksi dari tanaman-tanaman obat asli Indonesia.

“Tentu akan lebih bagus mengonsumsi obat herbal yang bahan bakunya dari dalam negeri. Semakin banyak obat modern asli Indonesia (OMAI) jenis fitofarmaka dicari masyarakat, maka suatu saat nanti kita tidak akan lagi bergantung pada obat-obatan berbahan baku impor,” ujar Arianti dalam Dialog Nasional bertema Kiprah 17 Tahun Obat Modern Asli Indonesia Fitofarmaka, Kamis (24/6) secara daring.

Arianti menambahkan, sudah menjadi tugas Kemenkes untuk mengedukasi masyarakat dan tenaga kesehatan agar lebih yakin dan mencintai OMAI produksi dalam negeri.

Menurut Arianti, saat ini instansinya sedang menyusun formularium khusus OMAI.

BACA JUGA: Menkes Terbitkan Keputusan Soal Cara Efektif Cegah Penularan Covid-19

Sehingga nantinya obat-obatan herbal buatan dalam negeri bisa masuk dalam daftar obat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang bisa diberikan kepada pasien peserta BPJS Kesehatan.

“Rencananya OMAI fitofarmaka yang sudah mendapat izin edar dari Badan POM akan masuk formularium, karena kan sudah pasti aman ya,” jelasnya.

Reri Indriani, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Badan POM mengungkapkan sejak Covid-19 mulai menyebar di Indonesia tahun lalu, permintaan OMAI fitofarmaka imunomodulator meningkat signifikan.

Hal tersebut didorong oleh keinginan masyarakat untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya terhadap serangan penyakit.

BACA JUGA: BPOM: Vaksin AstraZeneca Aman Digunakan. Masyarakat Jangan Pilih-pilih Vaksin

Tingginya permintaan suplemen imunitas tubuh, membuat banyak produsen obat-obatan herbal mengajukan berkas permohonan izin untuk mengedarkan obat buatannya.

“Ada peningkatan pengajuan berkas 35-40% untuk OMAI ini selama pandemi. Tugas Badan POM adalah mengawalnya mulai dari uji pra klinis, uji klinis dan memastikan semua proses produksinya memenuhi standar yang berlaku.

Namun, kami kemudian membuat kebijakan relaksasi untuk mempercepat waktu perizinannya sehingga bisa cepat diproduksi dan dikonsumsi masyarakat,” kata Reri. Dari 26 OMAI fitofarmaka yang sudah mendapatkan izin edar dari Badan POM, Stimuno buatan PT Dexa Medica adalah salah satu di antaranya. Stimuno bahkan menjadi salah satu dari lima fitofarmaka yang pertama kali mendapatkan izin edar dari Badan POM sejak 2004 atau 17 tahun yang lalu.

“Saya ingat betul Dexa mulai mengembangkan Stimuno dari tahun 1998. Waktu itu kami bekerja sama dengan salah satu peneliti dari Universitas Airlangga yang disertasinya membahas tentang pemanfaatan daun Meniran,” kata Direktur Pengembangan Bisnis dan Saintifik Dexa Medica Raymond Tjandrawinata.

Setelah merasa menemukan formula obat herbal yang tepat berbahan baku Meniran, pada 2000 awal Dexa melakukan penelitian khasiat obat tersebut di 16 laboratorium yang tersebar di berbagai universitas di Indonesia.

“Lalu Badan POM melihat komitmen kami melakukan uji klinik Stimuno itu dan memberikan sertifikat fitofarmaka pertama kepada kami di 2004 bersama empat obat lainnya. Jadi sekarang tepat 17 tahun fitofarmaka diakui khasiatnya di Indonesia,” kata Raymond.

Kini, Stimuno tidak hanya dipasarkan Dexa di dalam negeri namun juga ke beberapa negara. Dari hasil uji klinik yang dilakukan di beberapa negara, Stimuno aman digunakan untuk pencegahan masuknya virus.

Menurut Raymond, agar sitem kekebalan tetap berfungsi dengan baik, maka penting bagi tubuh untuk menerima asupan imunomodulator. “Stimuno bekerja merangsang tubuh memproduksi lebih banyak antibodi dan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh agar daya tahan tubuh bekerja optimal.

Dengan cara kerja ini, Stimuno sangat efektif untuk meningkatkan daya tahan tubuh bagi orang yang sedang sakit maupun mengantisipasi terjangkitnya wabah penyakit,” ungkapnya.

Dalam beberapa kesempatan, pemerintah Indonesia telah mempercayai Stimuno sebagai penambah imun yang dapat mencegah tubuh terinfeksi virus Covid-19. Contohnya, saat melakukan evakuasi WNI Wuhan di Pulau Natuna.

Dexa Group juga telah berkontribusi membantu kesehatan imun tubuh para tenaga medis yang ada di Wisma Atlet, serta sejumlah Rumah Sakit rujukan Covid-19 lainnya baik di Jakarta maupun di daerah.(jpnn/jm)

  • Dipublish : 25 Juni 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami