Kasus Hamil Luar Nikah, Polisi Nyatakan Kasus Selesai

Rumah korban masih diamankan polisi.
Rumah korban masih diamankan polisi.
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

PALOPO — Setelah dipertemukan di Polsek Telluwanua, Kota Palopo, IR (22) pemuda Pentojangan, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo, bersedia menikahi TN (20), gadis asal Kota Ambon yang kuliah di Kota Makassar.

TN sendiri, saat ini telah mengandung bayi yang diduga hasil hubungannya dengan IR, kekasihnya.

Sebelumnya, TN dan IR menjalin kasih asmara selama setahun lebih di Kota Makassar karena sama-sama kuliah di sana. Ketika mengetahui dirinya telah mengandung seorang bayi, gadis asal Kota Manise itu datang menemui IR di Kota Palopo.

Hanya saja, saat tiba, bukannya diperlakukan baik, TN malah dianiaya. Merasa dirugikan, TN akhirnya melapor ke Polsek Telluwanua. “Laki-lakinya masih ada niat baik untuk menikahi TN. Awalnya, IR tidak mau tanggungjawab, tapi setelah diberikan pemahaman akhirnya pemuda yang di wisuda baru-baru ini siap bertanggungjawab,” kata Kapolsek Telluwanua, Iptu Idris SH, melalui penyidik pembantunya, Brigadir Arman, Senin, 2 Maret 2020 kemarin.

Karena ada niat baik, maka IR yang ditemani ayahnya, membawa TN pulang ke rumahnya di Kelurahan Pentojangan. “Soal kapan menikah, tinggal menunggu hasil konfirmasi dari keluarga TN di Ambon,” bebernya.

TN yang ditemui Palopo Pos mengatakan, dirinya lega sebab IR telah mengaku akan menikahinya.
“Beta seng ingin status beya dan anak beta seng jelas. Supaya, nanti kalau teman-teman kampus atau dosen ka yang bertanya mana ose pung suami beta bisa jawab suami beta ada,” ucap TN dengan logat Ambon.

Terpisah, IR yang ditemui di rumahnya mengaku siap menikahi TN. “Iye, mau jika menikah dengan dia (TN),” singkat IR diiyakan bapak kandungnya.

Diberitakan sebelumnya, emosi TN meledak saat melihat IR sedang duduk santai di teras depan rumahnya.
Perempuan yang mengaku sudah semester 5 itu, mengamuk hingga tak sadar mengeluarkan kata-kata yang tak sepantasnya diucapkan. Sabtu pagi, 29 Februari 2020.

Kerumunan warga pun tak terelakkan. Melihat situasi tak terkendali, salah seorang warga menghubungi Polsek Telluwanua. Tak lama kemudian, dua anggota Polsek Telluwanua bersenjata lengkap tiba di TKP selanjutnya menetralisir keramaian di lokasi. (fajar.co.id)

  • Dipublish : 3 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami