Kasus Karhutla, Polri Tetapkan 385 Tersangka

FOTO: AFP

SISAKAB ABU: Salah satu petugas BNPB memandangi lahan gambut dan pepohonan lebat yang terbakar dia kawasan Kampar, Riau. Pemerintah harus lebih tegas dalam menyikapi aksi koorporasi, jika tetap membandel dalam aksi pembakaran hutan dan lahan.
FOTO: AFP SISAKAB ABU: Salah satu petugas BNPB memandangi lahan gambut dan pepohonan lebat yang terbakar dia kawasan Kampar, Riau. Pemerintah harus lebih tegas dalam menyikapi aksi koorporasi, jika tetap membandel dalam aksi pembakaran hutan dan lahan.
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Tindakan tegas dilakukan Polri dalam mengatasi masalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah di Indonesia. Hingga kini Polri telah menetapkan 385 tersangka dalam kasus tersebut.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan sejak Januari hingga 14 Oktober, pihaknya telah menetapkan sebanyak 385 tersangka kasus karhutla di sejumlah wilayah di Indonesia.

“Dari total ini, sebanyak 372 tersangka perseorangan, dan 13 tersangka lainnya dari korporasi,” ungkap Dedi secara tertulis, Rabu (16/10).

Berdasarkan data yang diterimanya, Dedi mengungkapkan, sampai saat ini luas area hutan dan lahan yang telah dilalap si jago merah mencapai 8.839.635 hektare. Dedi pun memastikan, Polri terus bekerja termasuk upaya penegakan hukum terhadap pelakunya.

“Tim penyidik di sejumlah Polda tidak akan berhenti sampai di sini. Tapi akan terus menindak para pelaku lainnya. Artinya, dari total 385 tersangka terkait kasus karhutla masih akan bertambah, karena kasus ini masih terus dikembangkan,” tandasnya.

Terkait kasus karhutla di wilayah Sumatera Selatan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar telah mengeluarkan radiogram perintah penanganan karhutla d Palembang.

Siti menyatakan, surat perintah itu telah ditujukan kepada Gubernur Sumsel dan Bupati Muba, Bupati OKI, dan Bupati Banyuasin serta Bupati Ogan Komering Ilir yang diindikasikan terdapat titik api.

“Hari ini masih terus dipantau. Panglima TNI memperkuat jajaran dan menambahkan helly serta langkah hujan buatan. Demikian pula Kapolri memperkuat kerja tim lapangan. Gubernur terus mengikuti perkembangan,” ujar Siti Nurbaya dalam keterangan tertulis, Selasa (15/10).

Lebih lanjut, Menteri Siti Nurbaya mengatakan sejak kemarin dirinya terus berkoordinasi dengan Panglima TNI dan Gubernur Sumsel, juga Kapolri serta meminta dukungan swasta di lokasi terdekat.

“Di lapangan Satgas dipimpin Danrem dan diarahkan Gubernur dan Panglima bekerja keras. Saya terus ikuti perkembanhan,” tambah Menteri Siti. (fin)

  • Dipublish : 17 Oktober 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami